Kamis, 22 Desember 2011

IBUKU...LUAR BIASA!



22 Desember 2011,
pagi-pagi aku terbangun denger mama lagi ngegeser kursi buat nyetrika baju, akupun segera meninggalkan tempat tidurku. teringat kado yang udah kupersiapkan kemarin yang masih tersembunyi ditumpukan buku-bukuku..

Ah..momentnya pas.
kubuka pintu kamarku, "slamat hari ibuuu..." ku salam dan kupeluk mamaku. tak lupa kusodorkan kado ke tangan beliau.. dengan tersenyum mama bilang, "pas hari guru ga ingat telfon mama dari Bali, untung pas hari ibu masih ingat ya..loh apa ini? kok pake kado segala? isinya apa?" aku cuma bisa nyengir sambil bilang, "udah..mama buka sendiri aja deh, semoga pas".

Si mama saking semangatnya ngebuka kado, sampe kotak hadiahnya kerobek dikit, hahahha.. trus simama ngebuka, dia langsung pasang muka bahagia.."eehhh..sendal pesta. buat natal mama hari ini ya?? cantiknya.. sendal martuppol mama aja ga ada kaya gini..", seneng deh dengarnya..syukurlah gitu dicoba, ternyata pas.

Si mama malam ini mau natalan, kemarin diajakin beli sepatu, katanya sayang..jarang dipake kalau sepatu pesta. itulah seorang ibu..kalau buat mempercantik diri sendiri, pasti pertimbangannya segudang..tapi kalau buat anak, sampai tetes keringat terakhirpun pasti diperjuangkan.


DULU..
Kami tumbuh dalam kesederhanaan.. tapi kami ga merasa berkekurangan. Itulah hebatnya mama.. Kebutuhan kami selalu terpenuhi, walaupun alat pemenuhan kebutuhannya itu hampir seluruhnya alat pengganti. Misalnya aja nih ya.. butuh susu, ga cukup beli susu, si mama masak nasi airnya dibanyakin, ntar airnya sebagian kami minum, katanya pengganti susu..gizinya katanya ga kalah tinggi. trus pengen bawa bekel minum teh manis kaya temen-temen disekolahan..emang sih mama bikinin teh manis, tapi ga pake bubuk teh / teh celup, tapi dikasih bubuk kopi dikit..supaya warnanya kaya teh manis, wkwkwkwkwk... butuh buku tulis, pasti ada.. tapi bukan buku baru.. sisa lembar-lembar buku yang belum terpakai dicabutin sama mama, trus dikumpulin trus dijahit biar jadi beberapa buku, hahahaha kreatif!

Ga cuma itu, butuh buku pelajaran kata mama beli di sekolah mahal, trus disuruh mama ngintip buku temen..tulisin judul bukunya apa? pengarangnya siapa? warna covernya apa? nah..trus pas hari minggu mama ngajakin ke TITI GANTUNG MEDAN (dulu lokasi penjual buku-buku bekas paling gede di kota Medan ya di titi gantung..posisinya dijembatan di deket stasiun kereta Medan. Tapi sekarang udah pindah ke depannya di area pinggiran Lapangan Merdeka deket merdeka walk) beli buku bekas dengan ciri-ciri yang pas, wkakakakakakakak...


Ada lagi nih kekreatifan mamaku.. bapak dulu punya kerja sampingan buat menuhin kebutuhan keluarga, dia kerjanya dari sore sampai larut malam. Nah, untuk hemat biaya, bapak makan malamnya di rumah..pastinya udah larut. Waktu itu di rumah ga ada penghangat nasi (magic jar/ magic com), tapi mama mana tega bapak makan nasi dingin.. muncul ide briliant mama.. nasinya dimasukin ke gelas stenles steel yang gede, trus ditutup rapat trus diambil selimut yang tebel banget trus tuh nasi dibungkus rapat2 pake selimut..BERHASIL! pas bapak pulang..nasinya masih hangat ^_^ mamaku luarrrr biasa! itulah sebabnya..kami hidup sederhana, tapiii ga berkekurangan ^_^

Itulah mama...
sosoknya sungguh luar biasa.
mungkin mama adalah ibu yang punya kekuatiran di atas rata-rata. tapi meskipun penuh kuatir..dia tetap tegar melepas anak-anaknya satu persatu pergi merantau. mama selalu memberikan kepercayaan pada anaknya untuk memilih jalan hidup sendiri.. mau sekolah dimana..kuliah dimana.. kerja apa.... tinggal dimana... beliau benar-benar mendukung setiap pilihan2 yang diambil anak-anaknya, meskipun pilihan anaknya itu harus memaksanya menabung lebih banyak lagi hari demi hari...

mama itu tipe orang yang selalu mencukupkan hidup dengan apa yang ada.. dia selalu mengingatkan kami untuk tidak mengambil hak orang lain, dan tidak menutup rejeki orang lain. mama paling ga suka kami mengambil semua peluang, dan akhirnya menyia-nyiakan apa yang kami dapat sementara orang lain mengharap-harapkan peluang itu.. mama selalu berpesan, kejarlah apa yang kamu butuhkan..dan cukupkanlah hidupmu dari apa yang kamu miliki.

Mama benar-benar mengajarkan kami tentang hidup, diajar untuk tegar, berstrategi menghadapi tantangan hidup..dan pastinya diajarkan untuk mensyukuri setiap anugrah Tuhan.

SAAT INI...
kehidupan kami sedikit demi sedikit beranjak meningkat.. Negeri ini sudah mulai memandang profesi guru adalah profesi yang mulia, dan dihargai dengan gaji yang jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Kamipun sudah dewasa, telah menyelesaikan pendidikan bahkan sampai jenjang pendidikan strata-1, hingga akhirnya bekerja, berpenghasilan sendiri dan berkemampuan memberikan sedikit kepada orangtua kami..

bahagia rasanya bisa melihat mama mulai menikmati masa-masa di hari menjelang tuanya..




dan kebahagiaan itu terlihat jelas dalam kebersamaan ditengah-tengah keluarga yang ia cintai.





Dan sumber kebahagiaan terbesarnya adalah... KELUARGANYA!


SELAMAT HARI IBU, ma....
Semoga kelak kami anak-anakmu bisa menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anak kami..seperti mama ^_^

Selasa, 02 Agustus 2011

NGARO ENDE-ENDE SIAN SILINDUNG I......

Dikutip dengan pengubahan dari http://dondaujung.wordpress.com






Jangan sampai lupa ! sebelum anda berkelana menyusuri seluk-beluk di situs ini agar terlebih dahulu memutar lagu-lagu dari Silindung. Akan ada ketenangan jiwa, akan ada kerinduan, akan ada kasih sayang, akan ada niat, akan ada tekat kuat, maka bila anda mewujudkannya untuk sekali-sekali pulang ke Silindung dan berbuat sesuatu yang baik disana, anda akan menjadi orang yang diberkati Tuhan dengan kebahagian dan kelimpahan harta. Jangan tinggalkan kesempatan ini !!! Kapan lagi anda akan menorehkan sejarah di mana pusar nenek moyang anda tertanam disana, dimana darah nenek moyang anda tertumpah untuk mempertahankan Tanah Suci Tanah Leluhur.

Ayo coba kita resapi dan renungkan Silindung yang jauh dikenang disana.
Rura Silindung Najolo. Bila anda meng-click memang membutuhkan waktu sebentar untuk download, tetapi bila anda sudah berhasil maka bersiaplah untuk berbahagis. Click disini>>>Rura Silindung Najolo Masih kurang puas! boleh dimainkan berulang sampai hati anda tenteram dan puas dengan meng-click tombol play pada window. Bila sudah puas dengan lagu Rura Silindung Najolo yang dinyanyikan oleh Joy Tobing barulah anda diijinkan meng-click lanjutannya, seperti berikut poin dibawah ini.

Rura Silindung Najolo
Molo huingot Rura Silindung Najolo,
Na ujui tingki naposo nahinan,
Lungun do roha manetek ilu so binoto,
Molo huingot sude Sibokka nahinan.
Margombari ditingki i maraloalo,
Tung sonang do tahe sude mansai sonang,
Haposoon sisaonari dang mangalo,
Nang pesta, na tung sasagun do di au tarsingot au.
Molo hingot Rura Silindung najolo,
Endehon ma ende ni Situmorang.
Kembali ke awal sampai selesai….
Setelah anda sudah mampu mengenang Silindung yang ditingkalkan nun jauh disana, maka akan tergeraklah hati melantunkan tembang Rura Silindung. Mungkin masih terngiang berganti sidumadangari dan dan bunyi sese di balian. Mungkin pula masih terbayang bila terang bulan memancarkan kelembutan cahayanya, bahkan sampai subuh masih mampu memberikan keindahannya.

Rura Silindung – Christine Panjaitan.
RURA SILINDUNG (Cipt. Nahum Situmorang)
Molo manguling,
Sidumandang ari i,
Soluk ma ro,
Sirumondang bulan i.
Huhut mangkuling,
Sese di balian i,
Lao mangendehon,
Rura Silindung i.
Reff :
Rura Silindung,
Rura na sundenggan i,
Lambok malilung,
Na marbaju i di si.
Dipukul opat,
Di robot ni borngin i,
Di si pe mulak,
Sidoli pangaririt i.

Mungkin sudah lama Silindung ditinggalkan, bahkan Silindung pun sedang mencari-cari dimana keberadaan anda. Ternyata merekapun merindukanmu dan berharap ditempatmu yang berada nun jauh supaya tetap ingat akan Tuhan dan jangan melupakan yang kau tinggalkam. Silindung sedang bertanya Sai Tudia Ho Marhuta.

Si Tudia Ho Marhuta (Cipt. Nahum Situmorang)
Sai tudia ho marpira,
Da anduhur na gundesan,
Sai tu dangka ni Rantiti,
Marpusukhon hau umba.
Sai tudia ho marhuta,
Ale sidongan magodang,
Da tu luat sihadaoan,
Sai horas be ma pariban.
Ingot ma na tinadinghonmu,
Marsahali sabulan i,
Ingot gareja parpunguan
Na ditopi ni dolok i.
Kembali ka bait; Sai tudia ho marhuta….

Dari lubuk hati yang paling dalam ada keengganan dihati sanubari Silindung untuk melepaskan putra-putra terbaiknya harus keluar dari Tanah Kelahiran itu. Disamping itu ada kekhawatiran kira-kira kapan putra-putra terbaik ini akan kembali. Tetapi Silindung tidak mampu memaksakan dirinya untuk menahan kepergian putra-putra tercintanya itu, lalu dia hanya dapat berharap supaya semuanya horas diperantauan termasuk mereka yang ditinggalkan walaupun hati pedih, pilu bagai disayat sembilu. Dengan berat hati…. ba Molo Saut Ma Ho Ingkon Lao.

Molo Saut Maho Ingkon Lao
Manadingkon au nang na sai laon
Mansai hansit mansai ngolngol, do hilalaon.
Molo i nama ninna roham,
Molo i nama saut ni hatam,
Sai horas ma ho nang di na dao,
Horas maho horas maho horas nang au.
Sadihari ho ro….
Hu paima do ho….
Sai horas ma ho nang di na dao,
Horas maho horas maho horas nang au.

Setelah sekian lama tak berjumpa dan bukan hanya ukuran kemunculan bulan tula tetapi mungkin sudah ukuran tahun tak berjumpa. Getaran hati yang dipancarkan oleh Silindung tidak pernah sirna untuk berharap akan segera berjumpa dengan putra-putra tercinta. Bukan hanya sebatas terpikirkan, bahkan setiap gerakan angin yang semilir serasa sedang menanti untuk segera menyambut sambil duduk di tangga balatuk rumah. Tanpa sadar terhadang keluar sendiri kalimat dari simangkudap “Ai lupa do ho fuang kedan!!! na dipaborhat par Silindungi do ho tu pangarantoan on. Unang… Unang… Lupa Do Ho dongan.”

Lupa Do Ho (Cipt. Firman Marpaung)
Marudur do sude, akka dongan sahuta da,
Ditopi parik di hutai, na di toru ni bului
Nang ilu ilu pe huhut, sai maraburani
Lao paborhathon ho, naujui tuparjalangan.
Makkirim do sude, haha anggi iboto mi,
Anggiat sahat ho hasian, tu tinodo ni rohami
Anak siparbagaon tahe, sian na di huta i
Ai tung makkirim do, sude amang di gogo mi.
Ai dung tarida ma, da goarmi amang
Sahat tu ujung ni portibion
Ai gabe lupa do ho di lage-lage
Podoman mi naung baribak i.
Nang didalan na margamboi amang
Da na di toru ni sampilpil i…
I ma tano hatubuan mi amang
Lupa do ho…….
Kembali ke …. Mangkirim…… lalu lanjut ke lirik dibawah
Manimbung au amang, da tu alaman i
Sian balatuk ni jabunta i
Hurimpu do amang, ho na ro mulak i
Mandulo i hutam na buni i
Holan uap na so marimpola i
Na marbagahon hapistaran mi
I ma upani na maranak i
Dangol na i…..
I ma upani na manubuhoni
Lupa do ho……

Matte, nga tangis be ho…!!! apus jo ilu mi kawan. Bereng ma jo dirim dison asa puas jo ho fuang…..
Nga be da… siaphon ma koper mi kawan, lului ma tikket na mura-mura i pe, laho ma ho jolo maningkir hutami, IDAHUTAMI alana Dijou Au Mulak Tu Rura Silindung manang lanjut ma muse tuson.

DIJOU AU MULAK TU RURA SILINDUNG (Cipt. Nahum Situmorang)
Sian na dao hubege do sada ende
Tarsongon na mangandung-andung inang
Mangandungi ahu parjalangi
Bornginnai tangis tarlungun-lungun inang
Dijou ahu mulak inang
Da tu Rura Silindung
Di si do paimahon inang
Da na lambok malilung
Mansai hansit jala ngot-ngot mansai porsut
Jala dangol do andungi begeon inang
Dirusuhi dibolai ate-ate
Dibagasan hilaon amang dainang
Nalao ahu mulak inang
Da tu Rura Silindung
Asa gira huida inang
Da na lambok malilung
Hundul ahu inang pual-pualon
Jongjong ahu inang ansosombopon
Mata da inang so ra tarpodom
Binahen ni sidangolon da inang
Dibaheni aut marhabong-habong ahu
Tarsongon lali habang ahu da inang
Tongkinon dope au laho habang
Manalpui angka dolok rura inang
Na lao ma ahu habang inang
Da tu Rura Silindung
Asa gira huida inang
Da na lambok malilung
Kembali ke bait; Hundul ahu….

Unang lupa ho mamboan oleh-oleh sian pangarantoan on. Unang pola tuhor sigaretmu ma-pak sian pangarantoan on. Sukkup ma sigaret na sian lapo na disini ma tuhor, ia nanggo holan apala i paruntunganna sian ho na ro. Dung sahat ho di Polonia, laos charterhon ma Kijang i sada, jala sian Siantar mandapothon Parapat nungga dianggo ho be uap ni Tano Batak i, laos endehon ma O Tano Batak.

O TANO BATAK (Cipt. S Dis – Sitompul)
O tano batak haholonganku
sai na masihol do au tu ho
dang olo modom dang nop matakku
sai namalungun do au
sai naeng tu ho
Molo dung bissar mataniari
lao manondangi hauma i
godang do ngolu siganup ari
mambahen masihol do au
sai naeng tu ho
Reff :
O tano batak andigan sahat
dapothononku tano hagodangan ki
O tano batak sai naeng hutatap
au on naeng mian di ho
sambulon ki

Molo dung sombu sihol mi, ingkon mago do sude sahit jala laos marroan do muse angka pansamotan dohot na ingkon dapotonmu do hamoraon hagabeon hasangapon tujoloan ni ari. Ima jo tu si, horas-horas ma ate…..





BAGI YANG TIDAK MENGERTI BAHASA BATAK, silahkan cari temen yang fasih berbahasa batak untuk menterjemahkannya, sekalian minta dia ngungkapinnya pakai logat batak..pasti aseeeekkk dahhhh. suka banget dengan postingan ini. Jempol buat BUDAYA INDONESIA!

HORAAAASSSS!

Jumat, 01 Juli 2011

S.E.J.A.R.A.H!

Begini ceritanya..

Masa lalu adalah bagian dari masa sekarang dan masa yang akan datang, karna kita tidak akan sampai pada masa ini dan yang akan datang tanpa melalui masa yang sudah lampau...tidak salah kalau kita sebut aja masa lampau itu sebagai SEJARAH..ya, sejarah hidup.

Memang..

tidak selamanya masa lalu itu mudah untuk dikenang, karna tidak semua masa lalu itu menyenangkan..bahkan tidak jarang masa lalu itu seolah ingin dihapus dari ingatan...Tetapi buatku, kehidupan kita ibarat sebuah ROMAN (dulu waktu SMP belajar bahasa Indonesia, sastra jenis Roman itu mengisahkan kehidupan si tokoh dari sejak lahir hingga kembali pada Tuhannya), yang terdiri dari chapter..ke chapter berikutnya..saat kita membuka kembali halaman per halaman yang telah berlalu, saat itulah kita dapat menyebut masa lalu sebagai KENANGAN..mungkin itu manis, atau pahit..

Awal mula..

dikehidupanku aku bertemu dengan banyak orang, bergaul dengan berbagai tipe dan karakter, serta berteman dengan siapa yang juga ingin berteman denganku..ada yang dekat dan akhirnya berujung menjadi sahabat, ada pula yang dekat, tapi ntah kenapa saat ini akupun tak tau sebenarnya ada apa dengan pertemanan kami..

Jadi teringat kejadian Semalam!

tadi malam aku mengingat mereka yang terdekat dimasa lalu, ya ampun...begitu banyak kenangan. Tidak heran kalau wajahku tersipu malu sendiri..Aku terpaku, ternyata mereka memiliki arti tersendiri di hatiku, tak kusangka!
kecewa? ya..pada titik tertentu aku kecewa, karna aku pun ga mampu menjelaskan mengapa yang indah itu hanya tinggal kenangan..
Mungkin saja kerinduanku membuatku tak sengaja menekan nomor telepon selulernya dan terdengar nada panggil..belum sampai berakhir pada nada pertama, aku segera tersadar dari kekonyolanku dan mematikan sambungan telfonku..kemudian aku tertawa..hahahahahaha..dasar makhluk yang aneh!
dan saat itu aku menyadari, aku benar-benar menyayangkan kehilangan hal-hal indah dulu..

Namun..

masih teringat dengan kejadian semalam, aku mencoba merenungi jikapun ada kesempatan untuk mengubahnya, apakah akan kuubah? dan anehnya, aku malah memilih TIDAK AKAN MENGUBAHNYA..
loh, kenapa? toh aku tidak ingin kehilangan hal indah-indah dulu bukan?
ya benar.. tapi hal yang indah itu benar-benar indah jika ia tidak hanya indah disatu masa, tetapi tetap bertahan indah dimasa-masa berikutnya yang akan datang. Dan aku tau.. TIDAK untuk kasus ini..

Jikapun ada kesempatan tuk bertemu dan membuka lembaran-lembaran Romanku terdahulu..

aku lebih memilih lembaran-lembaran itu berisi kejadian yang sama tanpa pengubahan sedikitpun, karna kejadian itu adalah hasil dari ujian yang ada selama ini, tentu saja itu berharga.. toh tidak seorangpun dapat memprediksi masa yang akan datang.. mungkin hal-hal indah dulu tidak hanya tinggal kenangan, bisa saja kelak dimasa mendatang keindahan itu datang kembali dalam wujud yang seharusnya..yaitu wujud yang terbaik sesuai kehendak Sang Penulis Roman itu sendiri..

SANG PEJUANG KEHIDUPAN..

PENAMBANG BELERANG di KAWAH IJEN...

Rabu/29 Juni 2011
22.57 Wib


Hari libur,

biasanya mereka yang bekerja akan sangat menikmati hari ini..dimana mereka akan terbebas dari rutinitasnya. Itulah yang kualami hari ini..sempat kemarin berkeluh kesah sejenak di jejaring sosial, merasa pekerjaanku terlalu membosankan, datar, tidak berwarna..
Liburan kali ini tidak saja mendapatkan waktu yang menyenangkan berwisata bersama kedua orangtuaku, tapi juga mendapatkan teguran manis dari-Nya melalui satu tayangan inspiratif dari MetroTV.. yang mengupas kehidupan para penambang belerang di Kawah Ijen, dan aku menyebut mereka.. SANG PEJUANG KEHIDUPAN!

KAWAH IJEN...

Kawah Ijen berada di puncak Gunung Ijen yang merupakan salah satu dari rangkaian gunung berapi di Jawa Timur seperti Gunung Semeru, Gunung Bromo, dan Gunung Merapi. Kawah Ijen terletak di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Kawah Ijen merupakan salah satu danau kawah terasam didunia dengan ph (0-0,5). Suhu Kawah ini mencapai 200 derajat celcius. Kawah ini mengandung kira-kira 36 juta meter kubik air asam beruap, dan diselimuti kabut berbau belerang, begitulah berbagai menjelaskan tentang Kawah Ijen ini.

Tapi bukan itu yang paling menarik perhatianku. Aku lebih tertarik memperhatikan mereka yang memanggul 2 buah keranjang yang diikatkan pada 1 buah kayu panggul yang bagian tengah kayu tersebut diletakkan diatas salah satu bahu sipemanggul.. tidak sekedar 2 buah keranjang anyaman, tapi kedua keranjang tersebut terisi penuh Belerang yang telah membeku dengan berat total berkisar dari 60 Kg s/d 120 kg..

SANG PEJUANG KEHIDUPAN..

ya, merekalah penambang belerang.. mendengar kata "belerang", otomatis terbayangkanlah aromanya yang sangat menyengat..kebanyakan orang menyebut aromanya seperti telur busuk. Kebayang ga jika ada orang yang kesehariannya menghabiskan waktu diarea belerang, ga sekedar belerang..tapi area letupan-letupan gas belerang yang masih aktif? sulit sekali menyadari bahwa itu benar-benar nyata.. bahkan ga jarang dari mereka telah menekuni pekerjaan menambang belerang selama hampir 25 tahun..

TIDAK MUDAH!

aroma bukan satu-satunya tantangan bagi mereka sang penambang belerang. tetapi mereka harus menempuh jalanan terjal menuju kawah Ijen yang berjarak sekitar 3 km perjalanan, ga sekedar 3 km, tetapi 3 km lengkap dengan kemiringan dakian sampai 60% beserta keranjang-keranjang pikulan berisi belerang beku seberat 60 s/d 120 kg di bahunya..sungguh luar biasa, dan kemudian mereka kembali menempuh 3 km lagi dengan tantangan yang sama untuk pulang ke tempat penimbangan belerang dan menerima upah.

Ketika sang pemilik acara menanyakan kepada para penambang belerang mengenai harapan mereka dari hasil kerja keras mereka, ada kalimat yang sungguh menegurku, "jadi penambang belerang ini sudah kami jalani sejak lama, demi mendapatkan upah, nanti dipakai buat kebutuhan sehari-hari, dan yang terpenting buat biaya anak sekolah..pinginnya ya anak kami tidak bernasib seperti kami..semoga saja pendidikan yang dia peroleh saat ini bisa membawa anak kami ke pekerjaan yang lebih baik nantinya. Kalau dibilang cukup atau ga cukup, ya kami cukup-cukupkan..maunya hati sih bekerja 7 hari penuh, tapi aroma belerang dan uapnya bikin ga enak, jadi cuma sanggup 5 hari seminggu..soal hasil, rejeki datangnya kan dari Tuhan"
tak salah aku menyebut mereka SANG PEJUANG KEHIDUPAN, bukan?

Aku merasa Tuhan berikan kemudahan hidup bagiku,

padahal selama ini masih sering ku keluh kesahkan..Karna lokasi kantorku yang lumayan jauh, aku harus bangun jam 5 pagi, beberes rumah bentar, mandi, dandan, trus jam 6.30 pagi berangkat..sementara itu sang penambang belerang harus bangun lebih pagi karna harus menempuh jarak 3 km dengan medan yang sulit agar sampai di kawah tepat waktu.

Setiap harinya aku ngantor dianterin adikku naik sepeda motor sampai ke depan kampus adikku, trus aku lanjutin naik angkot sampai di depan kantor..sementara sang penambang hanya BERJALAN KAKI, karna medan yang ada hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki, dan tak jarang mereka tanpa alas kaki, kuatir tergelincir..

Setibanya dikantor, aku akan disambut ruangan yang bersih dan sejuk karna ada AC, dengan aroma buah apel dari pengharum ruangan, hmmm nyaman karna kursi yang akan kududuki seharian juga empuk, telah tersedia dispenser cold and warm lengkap dengan air mineral untuk diminum dikala haus...sementara itu sang penambang yang telah tiba dilokasi kerjanya akan segera berhadapan dengan gas-gas letupan belerang yang panas dengan bau yang sangat-sangat menyengat..tidak ada AC disana, tidak ada pewangi ruangan dan tidak ada kursi yang empuk, hauspun akan sering dirasa, namun air yang tersedia hanya sebanyak isi botol minuman yang biasa mereka bawa sebagai bekal dikala haus..

diperjalanan pergi atau pulang kantor aku akan menghadapi macet, atau jika hujan maka akan menghadapi genangan air..tapi aku terlindungi, karna aku didalam kendaraan. Sementara itu, sang penambang belerang akan menghadapi medan yang curam dan terjal dengan kemiringan sampai dengan 60%, jika hujan, jalanan semakin licin dan berbahaya, jika tidak hati-hati dapat saja tergelincir..Tidak disebutkan berapa penghasilan sang penambang, tapi yang pasti kehidupannya sangat sederhana..sementara aku, ya memang gajiku juga tak seberapa..tapi setidaknya aku masih bisa menikmati film-film yang diputarkan dibioskop, atau sekedar nongkrong di cafe menikmati menu yang sedap sepulang kantor...


DIINGATKAN OLEH-NYA

begitulah..sederhana, tapi teguran-Nya sungguh luar biasa. Semua orang ingin kehidupan indah dan nyaman, namun meskipun kehidupan kita belum seberapa dibandingkan harapan dan mimpi-mimpi kita, cobalah bercermin dari mereka yang berjuang mati-matian tiap harinya demi kehidupannya..itu akan mendidik kita untuk lebih bersyukur. Toh hidup ini akan selalu indah..semua tergantung cara pandang kita..dan menurutku, dengan bersyukur, semua akan terasa lebihhhhh INDAHHH...


TETAP SEMANGAT dan SELAMAT BERKARYA temans!

SEJENAK BERADA DI ALIRAN FEMINISME..

PEREMPUAN..


ketika ia hanya di dapur, mereka komentar.."ah, kasihan, tidak berkembang"..
ketika cenderung menenteng tas kerja, mereka juga komentar.."ga sadar kodrat"..
ketika melangkah perlahan selalu mengikuti pria di depannya, mereka masih komentar.."tidak mandiri, terlalu bergantung"..
ketika ia terbang melambung tinggi mengejar mimpinya, komentar tetap ada.."toh ntar bersuami, ngapain segitunya"..


Itulah dunia..
selalu sulit melihat perempuan sebagai individu yang merdeka..
selalu menilainya sebagai peran pendamping, seolah tak layak jadi tokoh utama..
apa yang terjadi pada kaum wanita terdahulu, seolah jadi harga mati tolak ukur dari zaman ke zaman..



PEREMPUAN..
jika ia memenangkan pertandingannya, orang kan berkata, "wajar, ngalah sama perempuan"..
jika ia kalah, ada yang berkomentar, "namanya juga perempuan, kan lebih lemah"..
kembali melihat DUNIA tak mampu memandang sang PEREMPUAN benar-benar dengan kedua matanya..



Di negeri Patriakhi ini..

dalam birokrasi jabatan, mungkin kursi ketua sulit dijangkau sang perempuan, kursi sekretaris jauh lebih menjanjikan...
dalam kabinet, kursi "menteri pemberdayaan perempuan" menjadi kursi andalan kaumnya..


Tapi itu bukan hal pemusnah semangat sang HAWA-HAWA untuk berdikari dan melangkah maju..
terserah kau setuju atau tidak, tapi...
ketika kegagalan menghadang..sang perempuan lebih DEWASA menerimanya..
ketika haknya terinjak, sang perempuan lebih SABAR menghadapinya..
ketika kehidupan dihadapkan pada keputusan yang sulit, sang perempuan lebih BIJAK menyikapinya..
dan ketika dunia penuh kekejian dan kemunafikan, sang perempuan lebih PERASA dan lebih dulu menyadarinya..


Mungkin PEREMPUAN tidak sekuat SAMSON, tapi ingat..siapa yang menjatuhkan SAMSON, Delila bukan?
Juga tak setangguh MARCOPOLO mengarungi samudra raya..tapi kasih sayang dan perhatiannya selalu mampu menjangkau orang-orang yang dicintainya dalam setiap ingatannya, doanya, bahkan tiap detik ia bernafas..


Wajar saja jika kau katakan tulisan ini berlebihan dan terlalu mengagungkan PEREMPUAN.. sebab jika bukan aku kaumnya..siapa lagi?

Selasa, 21 Juni 2011

Penyejuk hati..

Beberapa Kisah yang sempat kubaca, dikala kepala kelelahan dengan pekerjaan..

"SAYA INGIN MENJADI PEMBAWA DAMAI"

Dua orang anggota Gereja, Brown dan Thompson bertengkar atas masalah yang sepele. Pertengkaran itu memanas dan menimbulkan kebencian. Ternyata ada seorang teman dari kedua anggota Gereja itu yang bersedih melihat kondisi tersebut. "saya ingin menjadi pembawa damai dan apa yang bisa saya lakukan untuk mendamaikan mereka berdua?" tanyanya dalam hati.

Dikemudian hari, perindu kedamian itu mengunjungi temannya, Brown dan bertanya, "bagaimana pendapatmu tentang Thompson?" dan dijawab Brown, "kamu bertanya tentang Thompson kepadaku? hah! menurutku dia orang tercela!" Kemudian dilanjutkan kembali oleh siperindu kedamaian, "tapi, engkau mengakui bukan kalau Brown baik terhadap keluarganya?" dan dijawab Brown, "iya sih, Thompson memang baik pada keluarganya". Kemudian siperindu kedamaian pergi mengunjungi Thompson dan berkata, "tahukah engkau apa yang temanmu Brown katakan tentang kamu?" dan langsung dijawab Thompson, "tidak, tapi dapat saya bayangkan dia mengata-ngatai saya dengan hal-hal yang kotor dan tidak baik!" dan disanggah siperindu kedamaian, "oh tidak..aku mendengar dengan telingaku sendiri bahwa dia mengatakan kalau kau baik pada keluargamu". dengan nada terkejut, Thompson menjawab, "oh ya?" dan disambung siperindu kedamaian, "iya benar. nah, sekarang kutanyakan kepadamu..bagaimana pendapatmu tentang temanmu Brown?" segera dijawab oleh Thompson,"ahhh, dia cuma seorang bajiangan yang tercela, jahat sekali!" dilanjutkan oleh siperindu kedamaian, "engkau tentu mengakui bahwa dia orang yang jujur bukan?" dan dijawab oleh Thompson, "iya..Brown memang orang yang jujur".

Kemudian, siperindu kedamaian kembali mengunjungi Brown dan berkata, "Brown, Thompson bilang kamu orangnya jujur" dengan terkejut Brown menjawab, "ah benarkah..".
tidak perlu menunggu lama, beberapa hari kemudian siperindu kedamaian melihat Brown dan Thompson duduk bersama di Gereja dan bersekutu dengan indahnya".




Kisah ini mengingatkanku tentang kehidupanku sehari-hari..
Aku terlalu sering dicekoki hal-hal negatif dari cerita-cerita orang yang memang sukanya menceritakan kehidupan orang lain..bahkan menceritakan kisah orang yang mungkin tidak dikenalnya namun ia pernah dengar dari orang lain.. ga heran dilingkungan kerja sering terjadi "perang dingin" yang mungkin jika ditanyakan apa duduk perkara sebenarnya, bisa saja tak seorangpun mampu menjawab dengan pasti..yang pasti hanya "ada kebencian, itu saja!".
Kisah siperindu kedamaian ini terkesan simple, tapi sangat besar manfaatnya.. aku jadi termotivasi untuk bertindak proaktif..dari pada hanya duduk diam mendengar cerita gosip.

AYO TEBARKAN KEDAMAIAN DISEKITAR KITA...
SEMANGATTTT...!!

Selasa, 10 Mei 2011

ABSTRAK SKRIPSIKU...

BENTURAN ASAS UNUS TESTIS NULLUS TESTIS TERHADAP KETENTUAN KEHADIRAN SAKSI MAHKOTA DITINJAU DARI ASPEK PERLINDUNGAN HAK-HAK TERDAKWA

Hari ini, Rabu/11 Mei 2011...
dikantor tak sesibuk hari-hari kemarin. Jauh lebih santai. Kemarin, 1 hari tanpa 1 tulisanpun di blog ini. dan hari ini, aku kangen banget kuliah lagi.. aku buka folderku, judulnya SKRIPSIKU 4 SKS. nah, pas dibuka trus dibaca-baca, makin kangeennn belajar lagi. inget banget proses pembuatan skripsiku itu..seru!
Akhirnya kepikiran nayangin ABSTRAK skripsiku di blog kesayanganku ini.. kalau nayangin isi skripsinya ya ga mungkinnnnn... panjang bow' ^_^


ABSTRAK


"Tahun 1989 Mahkamah Agung mengeluarkan Putusan MA No.1986 K/Pid/1989 atas suatu delik pembunuhan berencana. Putusan tersebut menjadi sorotan karena di dalamnya mengakui keberadaan saksi mahkota yang pada intinya menyebutkan bahwa saksi mahkota (kroon getuige) dapat digunakan dalam pembuktian delik dengan bentuk penyertaan (deelneming), yang mana saksi mahkota merupakan terdakwa yang bersama-sama melakukan delik dengan terdakwa lainnya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan memecah perkara (splitsing) para terdakwa agar keterangan yang diberikan tersebut berkualitas sebagai alat bukti keterangan saksi. Saksi mahkota ini diperbolehkan terdorong kondisi perkara yang dinilai kurang saksi sehingga terbentur asas Unus Testis Nullus Testis yang karenanya perkara tersebut tidak memenuhi syarat minimum pembuktian. Ini menyebabkan perkara tidak dapat diajukan ke pengadilan atau terdakwa dapat diputus bebas. Sementara itu Undang-Undang No.8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak mengenal saksi mahkota, meskipun dalam prakteknya telah ada sejak sebelum berlakunya KUHAP. Pada perkembangannya, saksi mahkota dinilai telah melanggar ketentuan KUHAP dan disadari telah melanggar hak asasi manusia. Oleh karena itu muncul Putusan MA yang menentang adanya saksi mahkota yang terdapat pada perkara kematian buruh Marsinah tahun 1995. Meskipun telah muncul Putusan MA yang menentang saksi mahkota, dalam kelanjutannya JPU masih saja memaksakan menghadirkan saksi mahkota dalam pembuktian delik baik terhadap perkara kurang saksi maupun pada kondisi perkara lainnya. Penulisan ini merupakan analisis tentang benturan asas Unus Testis Nullus Testis terhadap kehadiran saksi mahkota ditinjau dari aspek perlindungan hak-hak terdakwa dalam KUHAP."



Gimana??? dari Abstraknya, kira-kira nih skripsinya menarik ga? Kalau buatku sih menarik (ya iyalah..wong yang punya skripsi kok bilang ga menarik, xixixixi). Temen-temen yang pengen tau cerita singkat isi skripsinya silahkan tinggalkan comment, ntar pasti aku bales semampuku..^__^



NOTE: Jangan sia-siakan setiap kesempatan belajar yang kita miliki.
S.E.M.A.N.G.A.T
shanshanpengenkuliahlagi