Jumat, 01 Juli 2011

S.E.J.A.R.A.H!

Begini ceritanya..

Masa lalu adalah bagian dari masa sekarang dan masa yang akan datang, karna kita tidak akan sampai pada masa ini dan yang akan datang tanpa melalui masa yang sudah lampau...tidak salah kalau kita sebut aja masa lampau itu sebagai SEJARAH..ya, sejarah hidup.

Memang..

tidak selamanya masa lalu itu mudah untuk dikenang, karna tidak semua masa lalu itu menyenangkan..bahkan tidak jarang masa lalu itu seolah ingin dihapus dari ingatan...Tetapi buatku, kehidupan kita ibarat sebuah ROMAN (dulu waktu SMP belajar bahasa Indonesia, sastra jenis Roman itu mengisahkan kehidupan si tokoh dari sejak lahir hingga kembali pada Tuhannya), yang terdiri dari chapter..ke chapter berikutnya..saat kita membuka kembali halaman per halaman yang telah berlalu, saat itulah kita dapat menyebut masa lalu sebagai KENANGAN..mungkin itu manis, atau pahit..

Awal mula..

dikehidupanku aku bertemu dengan banyak orang, bergaul dengan berbagai tipe dan karakter, serta berteman dengan siapa yang juga ingin berteman denganku..ada yang dekat dan akhirnya berujung menjadi sahabat, ada pula yang dekat, tapi ntah kenapa saat ini akupun tak tau sebenarnya ada apa dengan pertemanan kami..

Jadi teringat kejadian Semalam!

tadi malam aku mengingat mereka yang terdekat dimasa lalu, ya ampun...begitu banyak kenangan. Tidak heran kalau wajahku tersipu malu sendiri..Aku terpaku, ternyata mereka memiliki arti tersendiri di hatiku, tak kusangka!
kecewa? ya..pada titik tertentu aku kecewa, karna aku pun ga mampu menjelaskan mengapa yang indah itu hanya tinggal kenangan..
Mungkin saja kerinduanku membuatku tak sengaja menekan nomor telepon selulernya dan terdengar nada panggil..belum sampai berakhir pada nada pertama, aku segera tersadar dari kekonyolanku dan mematikan sambungan telfonku..kemudian aku tertawa..hahahahahaha..dasar makhluk yang aneh!
dan saat itu aku menyadari, aku benar-benar menyayangkan kehilangan hal-hal indah dulu..

Namun..

masih teringat dengan kejadian semalam, aku mencoba merenungi jikapun ada kesempatan untuk mengubahnya, apakah akan kuubah? dan anehnya, aku malah memilih TIDAK AKAN MENGUBAHNYA..
loh, kenapa? toh aku tidak ingin kehilangan hal indah-indah dulu bukan?
ya benar.. tapi hal yang indah itu benar-benar indah jika ia tidak hanya indah disatu masa, tetapi tetap bertahan indah dimasa-masa berikutnya yang akan datang. Dan aku tau.. TIDAK untuk kasus ini..

Jikapun ada kesempatan tuk bertemu dan membuka lembaran-lembaran Romanku terdahulu..

aku lebih memilih lembaran-lembaran itu berisi kejadian yang sama tanpa pengubahan sedikitpun, karna kejadian itu adalah hasil dari ujian yang ada selama ini, tentu saja itu berharga.. toh tidak seorangpun dapat memprediksi masa yang akan datang.. mungkin hal-hal indah dulu tidak hanya tinggal kenangan, bisa saja kelak dimasa mendatang keindahan itu datang kembali dalam wujud yang seharusnya..yaitu wujud yang terbaik sesuai kehendak Sang Penulis Roman itu sendiri..

SANG PEJUANG KEHIDUPAN..

PENAMBANG BELERANG di KAWAH IJEN...

Rabu/29 Juni 2011
22.57 Wib


Hari libur,

biasanya mereka yang bekerja akan sangat menikmati hari ini..dimana mereka akan terbebas dari rutinitasnya. Itulah yang kualami hari ini..sempat kemarin berkeluh kesah sejenak di jejaring sosial, merasa pekerjaanku terlalu membosankan, datar, tidak berwarna..
Liburan kali ini tidak saja mendapatkan waktu yang menyenangkan berwisata bersama kedua orangtuaku, tapi juga mendapatkan teguran manis dari-Nya melalui satu tayangan inspiratif dari MetroTV.. yang mengupas kehidupan para penambang belerang di Kawah Ijen, dan aku menyebut mereka.. SANG PEJUANG KEHIDUPAN!

KAWAH IJEN...

Kawah Ijen berada di puncak Gunung Ijen yang merupakan salah satu dari rangkaian gunung berapi di Jawa Timur seperti Gunung Semeru, Gunung Bromo, dan Gunung Merapi. Kawah Ijen terletak di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Kawah Ijen merupakan salah satu danau kawah terasam didunia dengan ph (0-0,5). Suhu Kawah ini mencapai 200 derajat celcius. Kawah ini mengandung kira-kira 36 juta meter kubik air asam beruap, dan diselimuti kabut berbau belerang, begitulah berbagai menjelaskan tentang Kawah Ijen ini.

Tapi bukan itu yang paling menarik perhatianku. Aku lebih tertarik memperhatikan mereka yang memanggul 2 buah keranjang yang diikatkan pada 1 buah kayu panggul yang bagian tengah kayu tersebut diletakkan diatas salah satu bahu sipemanggul.. tidak sekedar 2 buah keranjang anyaman, tapi kedua keranjang tersebut terisi penuh Belerang yang telah membeku dengan berat total berkisar dari 60 Kg s/d 120 kg..

SANG PEJUANG KEHIDUPAN..

ya, merekalah penambang belerang.. mendengar kata "belerang", otomatis terbayangkanlah aromanya yang sangat menyengat..kebanyakan orang menyebut aromanya seperti telur busuk. Kebayang ga jika ada orang yang kesehariannya menghabiskan waktu diarea belerang, ga sekedar belerang..tapi area letupan-letupan gas belerang yang masih aktif? sulit sekali menyadari bahwa itu benar-benar nyata.. bahkan ga jarang dari mereka telah menekuni pekerjaan menambang belerang selama hampir 25 tahun..

TIDAK MUDAH!

aroma bukan satu-satunya tantangan bagi mereka sang penambang belerang. tetapi mereka harus menempuh jalanan terjal menuju kawah Ijen yang berjarak sekitar 3 km perjalanan, ga sekedar 3 km, tetapi 3 km lengkap dengan kemiringan dakian sampai 60% beserta keranjang-keranjang pikulan berisi belerang beku seberat 60 s/d 120 kg di bahunya..sungguh luar biasa, dan kemudian mereka kembali menempuh 3 km lagi dengan tantangan yang sama untuk pulang ke tempat penimbangan belerang dan menerima upah.

Ketika sang pemilik acara menanyakan kepada para penambang belerang mengenai harapan mereka dari hasil kerja keras mereka, ada kalimat yang sungguh menegurku, "jadi penambang belerang ini sudah kami jalani sejak lama, demi mendapatkan upah, nanti dipakai buat kebutuhan sehari-hari, dan yang terpenting buat biaya anak sekolah..pinginnya ya anak kami tidak bernasib seperti kami..semoga saja pendidikan yang dia peroleh saat ini bisa membawa anak kami ke pekerjaan yang lebih baik nantinya. Kalau dibilang cukup atau ga cukup, ya kami cukup-cukupkan..maunya hati sih bekerja 7 hari penuh, tapi aroma belerang dan uapnya bikin ga enak, jadi cuma sanggup 5 hari seminggu..soal hasil, rejeki datangnya kan dari Tuhan"
tak salah aku menyebut mereka SANG PEJUANG KEHIDUPAN, bukan?

Aku merasa Tuhan berikan kemudahan hidup bagiku,

padahal selama ini masih sering ku keluh kesahkan..Karna lokasi kantorku yang lumayan jauh, aku harus bangun jam 5 pagi, beberes rumah bentar, mandi, dandan, trus jam 6.30 pagi berangkat..sementara itu sang penambang belerang harus bangun lebih pagi karna harus menempuh jarak 3 km dengan medan yang sulit agar sampai di kawah tepat waktu.

Setiap harinya aku ngantor dianterin adikku naik sepeda motor sampai ke depan kampus adikku, trus aku lanjutin naik angkot sampai di depan kantor..sementara sang penambang hanya BERJALAN KAKI, karna medan yang ada hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki, dan tak jarang mereka tanpa alas kaki, kuatir tergelincir..

Setibanya dikantor, aku akan disambut ruangan yang bersih dan sejuk karna ada AC, dengan aroma buah apel dari pengharum ruangan, hmmm nyaman karna kursi yang akan kududuki seharian juga empuk, telah tersedia dispenser cold and warm lengkap dengan air mineral untuk diminum dikala haus...sementara itu sang penambang yang telah tiba dilokasi kerjanya akan segera berhadapan dengan gas-gas letupan belerang yang panas dengan bau yang sangat-sangat menyengat..tidak ada AC disana, tidak ada pewangi ruangan dan tidak ada kursi yang empuk, hauspun akan sering dirasa, namun air yang tersedia hanya sebanyak isi botol minuman yang biasa mereka bawa sebagai bekal dikala haus..

diperjalanan pergi atau pulang kantor aku akan menghadapi macet, atau jika hujan maka akan menghadapi genangan air..tapi aku terlindungi, karna aku didalam kendaraan. Sementara itu, sang penambang belerang akan menghadapi medan yang curam dan terjal dengan kemiringan sampai dengan 60%, jika hujan, jalanan semakin licin dan berbahaya, jika tidak hati-hati dapat saja tergelincir..Tidak disebutkan berapa penghasilan sang penambang, tapi yang pasti kehidupannya sangat sederhana..sementara aku, ya memang gajiku juga tak seberapa..tapi setidaknya aku masih bisa menikmati film-film yang diputarkan dibioskop, atau sekedar nongkrong di cafe menikmati menu yang sedap sepulang kantor...


DIINGATKAN OLEH-NYA

begitulah..sederhana, tapi teguran-Nya sungguh luar biasa. Semua orang ingin kehidupan indah dan nyaman, namun meskipun kehidupan kita belum seberapa dibandingkan harapan dan mimpi-mimpi kita, cobalah bercermin dari mereka yang berjuang mati-matian tiap harinya demi kehidupannya..itu akan mendidik kita untuk lebih bersyukur. Toh hidup ini akan selalu indah..semua tergantung cara pandang kita..dan menurutku, dengan bersyukur, semua akan terasa lebihhhhh INDAHHH...


TETAP SEMANGAT dan SELAMAT BERKARYA temans!

SEJENAK BERADA DI ALIRAN FEMINISME..

PEREMPUAN..


ketika ia hanya di dapur, mereka komentar.."ah, kasihan, tidak berkembang"..
ketika cenderung menenteng tas kerja, mereka juga komentar.."ga sadar kodrat"..
ketika melangkah perlahan selalu mengikuti pria di depannya, mereka masih komentar.."tidak mandiri, terlalu bergantung"..
ketika ia terbang melambung tinggi mengejar mimpinya, komentar tetap ada.."toh ntar bersuami, ngapain segitunya"..


Itulah dunia..
selalu sulit melihat perempuan sebagai individu yang merdeka..
selalu menilainya sebagai peran pendamping, seolah tak layak jadi tokoh utama..
apa yang terjadi pada kaum wanita terdahulu, seolah jadi harga mati tolak ukur dari zaman ke zaman..



PEREMPUAN..
jika ia memenangkan pertandingannya, orang kan berkata, "wajar, ngalah sama perempuan"..
jika ia kalah, ada yang berkomentar, "namanya juga perempuan, kan lebih lemah"..
kembali melihat DUNIA tak mampu memandang sang PEREMPUAN benar-benar dengan kedua matanya..



Di negeri Patriakhi ini..

dalam birokrasi jabatan, mungkin kursi ketua sulit dijangkau sang perempuan, kursi sekretaris jauh lebih menjanjikan...
dalam kabinet, kursi "menteri pemberdayaan perempuan" menjadi kursi andalan kaumnya..


Tapi itu bukan hal pemusnah semangat sang HAWA-HAWA untuk berdikari dan melangkah maju..
terserah kau setuju atau tidak, tapi...
ketika kegagalan menghadang..sang perempuan lebih DEWASA menerimanya..
ketika haknya terinjak, sang perempuan lebih SABAR menghadapinya..
ketika kehidupan dihadapkan pada keputusan yang sulit, sang perempuan lebih BIJAK menyikapinya..
dan ketika dunia penuh kekejian dan kemunafikan, sang perempuan lebih PERASA dan lebih dulu menyadarinya..


Mungkin PEREMPUAN tidak sekuat SAMSON, tapi ingat..siapa yang menjatuhkan SAMSON, Delila bukan?
Juga tak setangguh MARCOPOLO mengarungi samudra raya..tapi kasih sayang dan perhatiannya selalu mampu menjangkau orang-orang yang dicintainya dalam setiap ingatannya, doanya, bahkan tiap detik ia bernafas..


Wajar saja jika kau katakan tulisan ini berlebihan dan terlalu mengagungkan PEREMPUAN.. sebab jika bukan aku kaumnya..siapa lagi?

Selasa, 21 Juni 2011

Penyejuk hati..

Beberapa Kisah yang sempat kubaca, dikala kepala kelelahan dengan pekerjaan..

"SAYA INGIN MENJADI PEMBAWA DAMAI"

Dua orang anggota Gereja, Brown dan Thompson bertengkar atas masalah yang sepele. Pertengkaran itu memanas dan menimbulkan kebencian. Ternyata ada seorang teman dari kedua anggota Gereja itu yang bersedih melihat kondisi tersebut. "saya ingin menjadi pembawa damai dan apa yang bisa saya lakukan untuk mendamaikan mereka berdua?" tanyanya dalam hati.

Dikemudian hari, perindu kedamian itu mengunjungi temannya, Brown dan bertanya, "bagaimana pendapatmu tentang Thompson?" dan dijawab Brown, "kamu bertanya tentang Thompson kepadaku? hah! menurutku dia orang tercela!" Kemudian dilanjutkan kembali oleh siperindu kedamaian, "tapi, engkau mengakui bukan kalau Brown baik terhadap keluarganya?" dan dijawab Brown, "iya sih, Thompson memang baik pada keluarganya". Kemudian siperindu kedamaian pergi mengunjungi Thompson dan berkata, "tahukah engkau apa yang temanmu Brown katakan tentang kamu?" dan langsung dijawab Thompson, "tidak, tapi dapat saya bayangkan dia mengata-ngatai saya dengan hal-hal yang kotor dan tidak baik!" dan disanggah siperindu kedamaian, "oh tidak..aku mendengar dengan telingaku sendiri bahwa dia mengatakan kalau kau baik pada keluargamu". dengan nada terkejut, Thompson menjawab, "oh ya?" dan disambung siperindu kedamaian, "iya benar. nah, sekarang kutanyakan kepadamu..bagaimana pendapatmu tentang temanmu Brown?" segera dijawab oleh Thompson,"ahhh, dia cuma seorang bajiangan yang tercela, jahat sekali!" dilanjutkan oleh siperindu kedamaian, "engkau tentu mengakui bahwa dia orang yang jujur bukan?" dan dijawab oleh Thompson, "iya..Brown memang orang yang jujur".

Kemudian, siperindu kedamaian kembali mengunjungi Brown dan berkata, "Brown, Thompson bilang kamu orangnya jujur" dengan terkejut Brown menjawab, "ah benarkah..".
tidak perlu menunggu lama, beberapa hari kemudian siperindu kedamaian melihat Brown dan Thompson duduk bersama di Gereja dan bersekutu dengan indahnya".




Kisah ini mengingatkanku tentang kehidupanku sehari-hari..
Aku terlalu sering dicekoki hal-hal negatif dari cerita-cerita orang yang memang sukanya menceritakan kehidupan orang lain..bahkan menceritakan kisah orang yang mungkin tidak dikenalnya namun ia pernah dengar dari orang lain.. ga heran dilingkungan kerja sering terjadi "perang dingin" yang mungkin jika ditanyakan apa duduk perkara sebenarnya, bisa saja tak seorangpun mampu menjawab dengan pasti..yang pasti hanya "ada kebencian, itu saja!".
Kisah siperindu kedamaian ini terkesan simple, tapi sangat besar manfaatnya.. aku jadi termotivasi untuk bertindak proaktif..dari pada hanya duduk diam mendengar cerita gosip.

AYO TEBARKAN KEDAMAIAN DISEKITAR KITA...
SEMANGATTTT...!!

Selasa, 10 Mei 2011

ABSTRAK SKRIPSIKU...

BENTURAN ASAS UNUS TESTIS NULLUS TESTIS TERHADAP KETENTUAN KEHADIRAN SAKSI MAHKOTA DITINJAU DARI ASPEK PERLINDUNGAN HAK-HAK TERDAKWA

Hari ini, Rabu/11 Mei 2011...
dikantor tak sesibuk hari-hari kemarin. Jauh lebih santai. Kemarin, 1 hari tanpa 1 tulisanpun di blog ini. dan hari ini, aku kangen banget kuliah lagi.. aku buka folderku, judulnya SKRIPSIKU 4 SKS. nah, pas dibuka trus dibaca-baca, makin kangeennn belajar lagi. inget banget proses pembuatan skripsiku itu..seru!
Akhirnya kepikiran nayangin ABSTRAK skripsiku di blog kesayanganku ini.. kalau nayangin isi skripsinya ya ga mungkinnnnn... panjang bow' ^_^


ABSTRAK


"Tahun 1989 Mahkamah Agung mengeluarkan Putusan MA No.1986 K/Pid/1989 atas suatu delik pembunuhan berencana. Putusan tersebut menjadi sorotan karena di dalamnya mengakui keberadaan saksi mahkota yang pada intinya menyebutkan bahwa saksi mahkota (kroon getuige) dapat digunakan dalam pembuktian delik dengan bentuk penyertaan (deelneming), yang mana saksi mahkota merupakan terdakwa yang bersama-sama melakukan delik dengan terdakwa lainnya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan memecah perkara (splitsing) para terdakwa agar keterangan yang diberikan tersebut berkualitas sebagai alat bukti keterangan saksi. Saksi mahkota ini diperbolehkan terdorong kondisi perkara yang dinilai kurang saksi sehingga terbentur asas Unus Testis Nullus Testis yang karenanya perkara tersebut tidak memenuhi syarat minimum pembuktian. Ini menyebabkan perkara tidak dapat diajukan ke pengadilan atau terdakwa dapat diputus bebas. Sementara itu Undang-Undang No.8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak mengenal saksi mahkota, meskipun dalam prakteknya telah ada sejak sebelum berlakunya KUHAP. Pada perkembangannya, saksi mahkota dinilai telah melanggar ketentuan KUHAP dan disadari telah melanggar hak asasi manusia. Oleh karena itu muncul Putusan MA yang menentang adanya saksi mahkota yang terdapat pada perkara kematian buruh Marsinah tahun 1995. Meskipun telah muncul Putusan MA yang menentang saksi mahkota, dalam kelanjutannya JPU masih saja memaksakan menghadirkan saksi mahkota dalam pembuktian delik baik terhadap perkara kurang saksi maupun pada kondisi perkara lainnya. Penulisan ini merupakan analisis tentang benturan asas Unus Testis Nullus Testis terhadap kehadiran saksi mahkota ditinjau dari aspek perlindungan hak-hak terdakwa dalam KUHAP."



Gimana??? dari Abstraknya, kira-kira nih skripsinya menarik ga? Kalau buatku sih menarik (ya iyalah..wong yang punya skripsi kok bilang ga menarik, xixixixi). Temen-temen yang pengen tau cerita singkat isi skripsinya silahkan tinggalkan comment, ntar pasti aku bales semampuku..^__^



NOTE: Jangan sia-siakan setiap kesempatan belajar yang kita miliki.
S.E.M.A.N.G.A.T
shanshanpengenkuliahlagi

Minggu, 08 Mei 2011

REFLEKSI...

sebuah kumpulan Tugas Filsafat Hukum FHUI yang pernah kubuat..

Tadinya iseng-iseng buka folder perkuliahanku, tiba difolder Semester VII (periode awal Agustus 2007 s/d akhir Desember 2007) nemu matakuliah Filsafat Hukum. Wah, pas dibuka isinya ada 4 tugas tentang REFLEKSI. dimulai dari awal yaitu REFLEKSI TENTANG DIRI PRIBADI.. nah tugas berikutnya semakin luas yaitu REFLEKSI LINGKUNGAN. semakin jauh perjalanan perkuliahan, diberikan lagi tugas tentang REFLEKSI TERHADAP HUKUM..dan terakhir menjelang akhir semester VII diberikan tugas REFLEKSI TENTANG KEADILAN.

waktu ngebaca semua isi refleksiku dulu, hmmmm menarik juga.. layak tayang diblog sepertinya, wkwkwkwkwkwkwk....
SELAMAT MEMBACA FRIENDS!


Tugas-1 Filsafat Hukum
REFLEKSI DIRI


Saya adalah seorang pribadi yang dilahirkan ke dunia melalui rahim seorang ibu, dengan gender seorang perempuan. Saya menyadari keberadaan saya saat ini tidak terlepas dari pengaruh perhatian, bimbingan serta pengajaran dari orangtua serta orang-orang yang berpengaruh dalam hidup saya. Saya adalah pribadi yang mandiri yang berusaha untuk tidak bergantung kepada bantuan orang lain walaupun di sisi lain dapat saya pahami bahwa saya adalah makhluk sosial, sehingga saya tidak memungkiri bahwa peranan orang lain sangat penting dalam hidup saya.

Hal ini dapat dimungkinkan karena saya tidak begitu menyukai orang-orang yang dengan cepat meminta bantuan terhadap orang lain, tanpa terlihat ada upaya keras untuk melakukannya seorang diri terlebih dahulu. Bagi saya, saya harus menunjukkan sesuatu terlebih dahulu kepada orang lain jika saya berharap kelak orang lainpun mampu berlaku demikian terhadap saya. Hal yang paling membuat saya kesulitan adalah posisi harus memilih, sebab saya tergolong orang yang mempertimbangkan banyak hal dalam keputusan-keputusan yang akan diambil. Namun hal baik dari itu, di saat saya telah memutuskan hal tersebut saya juga telah mempersiapkan pribadi saya untuk mempertanggungjawabkan efek dari keputusan tersebut.

Saya adalah orang berkemauan keras. Saat saya menginginkan atau merencanakan sesuatu, saya akan berusaha dengan keras untuk mewujudkannya. Namun keburukan dari sifat saya ini, saya akan merasa sangat sedih apabila pada akhirnya segala usaha yang telah saya lakukan ternyata tidak mampu mewujudkan keinginan saya. Posisi ini selalu menjadi posisi pembelajaran saya, sebab ketika menyadari kesedihan yang saya alami, saya bukan berputus asa, akan tetapi menerima apa yang telah terjadi dan bersemangat kembali.

Saya suka tersenyum, terutama saat menyapa orang-orang disekitar saya karena saya memang menyukai wajah yang berbahagia dan tidak bermusam. Di dalam pergaulan, saya juga gampang menyesuaikan diri. Hal ini didukung juga karakter saya yang suka bercanda. Jujur saja, melihat orang tertawa dan bahagia juga turut memberikan efek bahagia pada diri saya. Menurut saya, saya cukup terbuka dengan lingkungan saya, saya menyampaikan apa yang ada di hati saya apa adanya, saya mengkritik perbuatan orang yang menurut saya tidak benar, dan saya juga siap dikritik orang lain. Kelemahan yang saya miliki ialah watak saya yang keras yang pada kenyataannya sulit diterima lingkungan saya, sulit menerima bahwa sikap/perbuatan orang lain ternyata tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan padahal sayapun telah menunjukkan apa yang saya inginkan tersebut dengan berlaku demikian terhadap orang tersebut, kebiasaan memperhatikan orang lain yang membuat saya mengkritiknya ketika saya menemukan yang tidak benar yang kadang justru menunjukkan keegoisan/kekeraskepalaan saya. Contoh bentuk kekeraskepalaan saya yang lain ialah, ketika saya telah mengambil suatu keputusan, apabila ada lagi masukan diberikan kepada saya, saya cenderung memegah teguh pilihan saya tanpa kembali mempertimbangkannya karena saya menganggap sebelum mendapatkan keputusan tersebut, saya telah banyak memikirkan pertimbangan-pertimbangan. Selain itu, saya sulit memberikan kembali kepercayaan kepada seseorang yang saya nilai telah mengecewakan saya.

Menurut saya, saya termasuk orang yang sabar menunggu sesuatu, akan tetapi hal yang saya tunggu adalah hal yang sejak awalnya telah jelas. Maksudnya saya tidak akan mau menunggu sesuatu yang buat saya belum jelas kondisinya. Saya tergolong orang yang cekatan hal ini berjalan sesuai dengan semangat saya. Sikap dan sifat saya dominan dalam lingkungan, saya cenderung mensugesti (melakukan tindakan persuasif) orang-orang disekitar saya melalui cerita-cerita saya mengenai pengalaman saya, melalui saran-saran saya, melalui pemaparan pola berfikir saya.

Menurut saya, saya sangat beruntung, sebab bukanlah orang yang gampang stress. Ketika saya punya banyak beban pikiran, saya cenderung memberikan waktu khusus untuk menjernihkan pikiran dengan melakukan kegiatan-kegiatan spontanitas yang jarang saya lakukan walaupun saya masih memiliki banyak pekerjaan yang harus saya lakukan. Itulah pemaparan hasil refleksi diri saya yang saya lakukan. Hal yang paling saya sukai dari diri saya ialah sifat pejuang saya yang selalu berusaha keras mewujudkan apa yang saya inginkan dan semangat saya yang banyak memberikan sukacita dalam diri saya.

GIMANAAAA???? menarik ga? bahasanya pasti bahasa amatiran, pemikirannya jauhhhh banget dah dari filsuf or pakar filsafat. tapi menurutku, ya diriku ini seperti apa yang tertuang di refleksi diri diatas. nah..kita lanjutkan ke tugas berikutnya.


TUGAS-2
FILSAFAT HUKUM
REFLEKSI TENTANG LINGKUNGAN SOSIAL



Bicara mengenai lingkungan sosial, di dalamnya akan mambahas mengenai kondisi keluarga dan masyarakat. Sebab keluarga dan masyarakat merupakan unsur-unsur yang saya temui dalam lingkungan sosial saya yang mana pribadi saya adalah bagian dari keluarga dan masyarakat tersebut.

Pada tugas sebelumnya tentang refleksi diri, saya menyebutkan bahwa saya adalah pribadi yang dilahirkan ke dunia melalui rahim seorang ibu, dengan gender seorang perempuan. Saya menyadari keberadaan saya saat ini tidak terlepas dari pengaruh perhatian, bimbingan serta pengajaran dari orangtua serta orang-orang yang berpengaruh dalam hidup saya. Kedua kalimat tersebut secara tidak langsung menyatakan bahwa saya adalah pribadi yang memiliki keluarga dan keberadaan keluarga tersebut berpengaruh bagi hidup saya. Dalam mendefenisikan keluarga, akan ditemukan keragaman. Untuk itu dalam memaparkan defenisi keluarga, saya terlebih dahulu mengklasifikasikan keluarga tersebut. Secara umum, keluarga diklasifikasikan sebagai keluarga inti dan keluarga. Keluarga inti terdiri dari orang tua (ayah dan ibu), saudara-saudara (anak-anak) dalam artian saudara seibu dan atau seayah. Sedangkan keluarga dapat pula didefenisikan secara luas, bisa dengan patokan keluarga sedarah (masih ada hubungan turun temurun yang diketahui silsilahnya), ataupun keluarga berdasarkan adat istiadat (misalnya dalam adat istiadat suku Batak, menyebutkan keluarga terhadap orang yang memiliki nama keluarga (marga) yang sama atau serumpun).

Dalam pemaparan selanjutnya, saya ingin menyoroti keluarga dalam artian keluarga inti. Idealnya pasti keluarga inti terdiri dari orang tua dan anak-anak. Akan tetapi, dapat saja dalam keluarga keanggotaannya tidak demikian. Adakalanya keluarga tanpa anak, atau keluarga tanpa ayah atau ibu. Namun keluarga itu mulai terbentuk sejak seorang pria dan wanita mengikatkan diri dalam suatu ikatan perkawinan. Menurut saya, posisi keluarga di dalam lingkungan sosial sangatlah kuat. Walaupun keluarga nantinya merupakan bagian kecil dalam suatu lingkungan sosial, akan tetapi dasar dari lingkungan sosial itu sendiri ialah keluarga yang menghasilkan pribadi-pribadi yang menjadi pribadi lingkungan sosial tersebut. Setiap subjek lingkungan hidup, pada dasarnya adalah subjek suatu keluarga dan subjek keluarga itu sendiri ialah pribadi-pribadi. Dengan perkataan lain, pribadi dalam tiap-tiap keluarga itulah yang menjadi pribadi lingkungan sosial. Dengan kondisi demikian, menurut saya meskipun keluarga hanya bagian kecil dari suatu lingkungan sosial, akan tetapi punya peranan terbesar dalam penentuan kondisi lingkungan sosial tersebut, sebab bagaimanapun pribadi lingkungan sosial adalah pribadi anggota keluarga dan keluarga punya pengaruh besar atas kondisi pribadi tersebut. Jika lingkungan sosial kita bermoral rendah, tentu didasari kehidupan berkeluarga yang tidak mengajarkan moral dengan baik terhadap anggota keluarganya.

Bicara mengenai masyarakat sebagai bagian dari unsur lingkungan sosial adalah lebih luas daripada keluarga. Sebab masyarakat terdiri dari keluarga-keluarga, dalam artian sama halnya dengan tidak adanya pribadi yang dapat hidup sendiri, tetapi sebagai makhluk sosial memang membutuhkan kehadiran pribadi lain selain dirinya, demikian pula dengan masyarakat. Tidak ada suatu keluarga (dalam hal ini adalah keluarga inti) yang dapat hidup sendiri tanpa kehadiran keluarga-keluarga lainnya. Lingkungan sosial dan masyarakat terkesan sama. Namun menurut pendapat saya, masyarakat dipandang sebagai suatu subjek, dan lingkungan sosial adalah suatu komunitas yang didalamnya tidak hanya ada subjek, namun ada kondisi-kondisi lain di dalamnya. Memandang kondisi masyarakat, sama seperti penjelasan sebelumnya, tentu tidak terlepas dari keluarga yang merupakan bagian kecil dari masyarakat dan masyarakat ini merupakan bagian dari suatu kondisi lingkungan sosial. Bagaimana nantinya kondisi lingkungan sosial, tidak terlepas dari bagaimana kehidupan bermasyarakat yang hidup dalam lingkungan sosial tersebut. Seperti paparan saya tersebut di atas bahwa keanggotaan masyarakat yang terdiri dari keluarga-keluarga, tentu memerlukan suatu hal yang menjadi pengaturan antar keluarga mengingat keluarga yang ada tidak hanya satu, dan keseluruhnnya memiliki kebutuhan dan keperluan yang tidak dapat digeneralisir begitu saja meskipun memiliki beberapa kesamaan dalam hal kebutuhan pokoknya. Dalam hal inilah pada akhirnya kita akan membahas tentang lingkungan sosial itu sendiri.

Di dalam lingkungan sosial terdapat keluarga yang mana keluarga itu tidak hanya satu, dan keseluruhannya telah membentuk suatu komunitas yaitu masyarakat. Oleh karena itu, lingkungan yang didalamnya terdapat kehidupan bermasyarakat yang beranggotakan keluarga-keluarga yang terdiri dari pribadi-pribadi memerlukan suatu kondisi untuk mewujudkan pemenuhan akan kebutuhan tersebut dan dihadirkan dalam suatu wilayah yang disebut lingkungan sosial. Di dalam lingkungan sosial inilah terdapat kondisi kerjasama, toleransi, kehidupan rukun yang dihadirkan melalui sarana dan prasarana umum pendukung setiap hal dalam kehidupan bersama di lingkungan sosial. Dengan perkataan lain, lingkungan sosial tidak hanya terdiri dari subjek-subjek saja, akan tetapi terdapat berbagai kondisi pendukung subjek tersebut. Sehingga lingkungan sosial punya artian yang lebih luas. Oleh karena itu suatu lingkungan sosial membutuhkan pranata-pranata yang mengetahui kondisi dan mengaturnya. Dipilihlah pribadi-pribadi dari masyarakat yang pada dasarnya adalah pribadi keluarga untuk mengerjakan hal tersebut. Saat itulah dibutuhkan suatu pengaturan yang didasarkan pada aturan dengan tujuan menentramkan kehidupan bersama dalam lingkungan sosial. Semakin komplek kondisi suatu lingkungan sosial, semakin tinggi tingkat kebutuhan atas pengaturan, mengingat kebutuhan dan keperluan yang beragam.

Pada akhirnya, lingkungan sosial itu tidaklah dibentuk (walaupun formalnya demikian), akan tetapi keberadaan dan kebutuhan menghendaki demikian. Masyarakat dan keluaraga secara bersamaan adalah bagian dari lingkungan sosial, sebab pada dasarnya subjek dalam tiap-tiap komunitas hakekatnya adalah pribadi yang sama, hanya saja dari sudut pandang mana kita memandang, apakah dari sisi pribadi sebagai bagian keluarga, pribadi yang hidup dalam keluarga dan bersama keluarga lain hidup dalam komunitas masyarakat, ataupun pribadi bagian keluarga yang bermasyarakat yang hidup dalam kondisi-kondisi yang berkembang dalam suatu lingkungan sosial, dan keseluruhannya adalah satu kesatuan.

GIMANA??? nah kalo ini aku akui banget, bahasanya rada muter-muter..intinya sih itu-itu juga. kalo ga salah ya, bahasanya berbelit-belit karna aku lagi kejar target supaya refleksinya lumayan panjang. soalnya ngerjainnya buru-buru, beberapa menit sebelum dikumpulkan..wkwkwkwkwkwk mahasiswa SKM banget..SISTEM KEBUT MENITAN ^_^
Yowess kita lanjut ke tugas berikutnya..


Tugas-3 Filsafat Hukum
REFLEKSI TERHADAP HUKUM


Dalam pembelajaran yang saya terima, hukum memiliki banyak defenisi dengan sudut pandang yang berbeda-beda, seperti hukum sebagai suatu disiplin ilmu, hukum sebagai norma, dan sebagainya. Melalui refleksi hukum ini, saya mencoba merenungkan, mengapa harus ada hukum, darimana asal kekuatan hukum itu sebenarnya, kapan saya dapat mengatakan telah nyatalah fungsi hukum yang sebenarnya, telah tegakklah hukum saat ini.

Bicara mengenai mengapa harus ada hukum, akhirnya saya mencoba memandang bangsa ini, membayangkan apa yang akan terjadi apabila tidak ada hukum di dalamnya. Natur manusia yang ingin hidup bahagia, keinginan menjadi lebih baik dari diri sendiri terdahulu, ataupun dari orang lain, natur kalkulus manusia yang selalu hitung-hitungan, memperhitungkan untung rugi dari tindakannya bagi dirinya sendiri, jika tanpa suatu batasan maka keserakahan tiap pribadi akan terjadi. Serakah saya mendefenisikannya dengan tidak memperdulikan kepentingan orang lain yang harus dihormati. Membayangkan jika tiap-tiap pribadi manusia menjadi serakah, betapa hancurnya bangsa ini. Kehidupan satu pribadi akan menjadi ancaman bagi pribadi lainnya, tidak ada ketentraman, tidak ada jaminan rasa aman dan terlindungi, semua adalah musuh. Saya melihat kebenaran dari salah satu ayat di kitab suci yang saya yakini yang menyebutkan, jika tidak ada hukum maka liarlah rakyat.

Pada akhirnya saya menemukan alasan mengapa harus ada hukum yaitu untuk mengatur kehidupan yang diisi oleh pribadi-pribadi yang memiliki berbagai kebutuhan, memiliki ambisi mencapai apa yang diinginkannya, memiliki kemampuan untuk mencapainya. Pengendalian tidak datang dari hukum itu, tetapi datang dari diri masing-masing pribadi yang diatur dan dipaksa oleh hukum itu. Hukum tidak dapat berbuat apa-apa karena hukum hanya berupa tulisan, hitam diatas putih. Namun ketika pribadi-pribadi tersebut pada akhirnya mengakui kedaulatan hukum tersebut, hukum itu akhirnya memiliki kekuatan yang sebenarnya berasal dari masing-masing pribadi itu sendiri. Dalam perenungan saya, saya mencoba memandang hukum seperti pengadaan lembaga perwakilan rakyat sebagai perwujudan kedaulatan rakyat. Lembaga perwakilan rakyat tidak merampas kedaultan rakyat secara penuh, tetapi tiap-tiap pribadi rakyat menyerahkan kedaulatannya untuk diwakilkan melalui orang-orang yang dipercayakannya di dalam lembaga perwakilan rakyat tersebut. Demikian pula halnya dengan hukum. Kedaulatan hukum itu berasal dari pribadi-pribadi itu yang menyerahkannya kepada hukum sebagai wujud pengakuan kedaulatan hukum dalam kehidupan bersama pribadi-pribadi tersebut. Sebagai contoh, ketika satu orang merasa dirinya telah dirugikan atas tindakan yang dilakukan orang lain, ia tidak membalaskannya sedemikian rupa, akan tetapi dengan adanya hukum, hal ini akan ditangani misalnya hukum akan menjatuhkan hukuman atas kerugian yang ditimbulkan kepada pelaku sebagai wujud dari kedaulatan melindungi kepentingannya (korban) telah ia wakilkan melalui hukum yang diakuinya kedaulatannya. Sehingga saya menyimpulkan kekuatan hukum itu berasal dari pengakuan kedaulatan hukum oleh pribadi-pribadi yang akhirnya diatur oleh hukum itu pula.

Dalam refleksi ini, sayapun mencoba melihat kapan saya dapat menyatakan telah nyatalah fungsi hukum sebenarnya. Melalui perenungan ini ketika pribadi-pribadi yang pada dasarnya berdaulat atas dirinya sendiri memberikan sebagian kedaulatan itu kepada hukum yang diakui secara bersama-sama sebagai suatu aturan yang berdaulat mengatur kehidupan bersama pribadi-pribadi tersebut dan saat berjalannya waktu dan kehidupan bersama, hukum itupun mampu menunjukkan daulatnya, dalam mengatur, melindungi tiap-tiap pribadi, memberi sanksi kepada pribadi yang melanggar/menyinggung kepentingan orang lain atau kepentingan bersama dalam kehidupan bersama atau bentuk kerugian atau ketidakadilan lainnya, saat dimana hukum itupun telah dihormati oleh pribadi-pribadi yang ada dalam kehidupan bersama tersebut, saat itulah nyata fungsi hukum yang sebenarnya.

Ketika saya juga merenungkan kapan hukum itu telah ditegakkan, sayapun mencoba merenungkan parameter apa yang dapat saya jadikan acuan penilaian terhadap tegaknya hukum. Tidak mudah melakukannya, karena aspek kehidupan manusia sangatlah luas. Setiap individu memiliki takaran kebutuhan dan kepentingan yang beragam macam maupun tingkatannya. Akhirnya saya hanya mampu menyebutkan bahwa tegakknya hukum ketika setiap kebutuhan secara umum manusia sebagai pribadi hukum telah terpenuhi, perlindungan atas diri dan kepentingannya terjamin, adanya penjatuhan sanksi/hukuman kepada pihak-pihak yang menyimpangi itu semua, ketika akhirnya keseluruhan pribadi hukum tunduk kepada hukum dan menghormatinya, ketika satu sama lain terjalin kehidupan berdampingan yang damai, tentram, aman sentosa, saat inilah hukum telah ditegakkan.

Pada akhirnya, melalui refleksi ini, saya sebagai pribadi hukum bercermin dari tulisan yang saya paparkan, apakah saya adalah pribadi yang telah mewakilkan kedaulatan saya melalui hukum yang berlaku dengan menghormati hukum itu sendiri, apakah sayapun hanya memandang hukum sebagai tulisan hitam di atas putih dan tidak mengakui kekuatannya mengatur kehidupan saya ditengah-tengah kehidupan bersama dengan pribadi yang lainnya. Jika pada akhirnya setiap pribadi memiliki perenungan yang sama, dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-harinya, itulah bukti paling nyata bahwa hukum telah ditegakkan sesuai dengan fungsinya.

kalau refleksi ini mungkin bahasanya mahasiswa hukum bangetlah ya, lengkap dengan idealismenya. semoga aja dapat dipertahankan, setidaknya diperjuangkan semaksimal mungkin..SEMANGAT!!

dan inilah refleksi terakhir.



Tugas-4 Filsafat Hukum
REFLEKSI TERHADAP KEADILAN


Dari pemahaman saya maupun penggunaan kata keadilan dalam kehidupan di sekitar saya, dapat saya simpulkan bahwa keadilan itu merupakan tercapainya suatu kondisi yang menggambarkan kemerataan, tidak memihak, telah terpenuhinya suatu keseimbangan takaran yang didasarkan kepada ketentuan hukum/aturan yang mengaturnya.

Ketika saya mencoba merenungkan dan memahami apa makna keadilan yang sebenarnya, sayapun berpendapat bahwa keadilan itu sendiri tak terdefenisi. Mengapa pada akhirnya saya menyebutnya demikian? Hal ini dikarenakan saya tidak menemukan satu titik yang menjadi dasar/takaran yang mutlak sebagai patokan sudahkan tercapai keadilan yang dimaksud. Jika disebutkan hukum/peraturan yang dibentuk dalam suatu komunitas sebagai patokan mutlak, kembali mempertanyakan apakah hukum/peraturan tersebut telah mewakili pandangan seluruh pribadi terhadap keadilan? Karena keobjektifan hukumpun bersumber dari kesubjektifan pribadi-pribadi yang disebut inter-subjektivitas. Seseorang akan mengatakan keadilan telah ditegakkan bisa saja berpatokan kepada aturan yang dibuat, namun tidak menutup kemungkinan pula aturan tersebut tidak memberikan keadilan kepada pihak lain. Tidak bermaksud pesimis terhadap keadilan maupun hukum/aturan yang menjadi dasar atas keadilan tersebut, akan tetapi lebih kepada mencoba memahami nilai-nilai keadilan itu sendiri yang pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa sama halnya dengan hukum yang bersumber dari inter-subjektivitas, maka keadilan yang merupakan perpanjangan dari hukum itu sendiripun tidak mutlak.

Dengan demikian, apakah dalam kehidupan sehari-hari, saya tidak akan mengakui kekuatan hukum/aturan yang inter-subjektivitas dan meragukan nilai-nilai keadilan yang ada? Tidak demikian. Jika tidak menghargai hukum sebagai hasil dari inter-subjektivitas atau dapat dikatakan sebagai hal yang dinilai paling objektif yang diatur menusia demi pengaturan kehidupan bersama, bagaimana mungkin pengupayaan keadilan dapat tercapai?

Yang ingin saya sampaikan dalam refleksi ini bahwa keadilan itu bukanlah bernilai mutlak, maksud saya ketika dinyatakan telah tercapai suatu keadilan, maka disaat itupun sebenarnya keadilan yang dimaksud belum tentu adil bagi pribadi lain. Masyarakat Indonesia yang beragam adat budaya, tradisi kebiasaan hidup, beragam kebutuhan, beragam hal yang diprioritaskan dalam hidup, beragam penilaian atas suatu kehormatan, kebaikan dan kesempurnaan, tentulah beragam pandangan dalam memaknai keadilan.

Pandangan saya secara pribadi mengenai keadilan ialah ketika kepentingan saya terjaga bersamaan dengan penghormatan terhadap kepentingan orang lain dalam artian saat kepentingan saya terjaga, orang lainpun tidak dirugikan atas hal tersebut. Memang pada akhirnya terlihat penilaian/pandangan seperti ini sangat subjektif, oleh karena itulah pada akhirnya hal yang paling memungkinkan menjadi patokan/dasar menandai telah tercapainya suatu keadilan, memang tidak objektif secara mutlak, tetapi sifatnya yang dinilai inter-subjektif lebih menjaga kepentingan bersama.

Dari perenungan ini memberikan aplikasi tersendiri bagi saya, ketika saya memandang hukumpun tidak menjamin kesempurnaan keberadaan keadilan disuatu komunitas, namun bukan berarti pesimis dalam menegakkan keadilan. Akan tetapi, seharusnya setiap pribadi merenungkan bahwa kehidupan manusia yang beraneka ragam, saling berdampingan. Oleh karena itu, seharusnya memiliki kesadaran, jika dinilai hukum tidak mutlak menjamin, selayaknya kesadaran masing-masing pribadi yang ingin rasa adil dalam hidupnya terjaga, seharusnya pula menghormati rasa adil orang-orang disekitarnya.

AYo sama-sama kita tegakkan KEADILAN!
SEMANGATTT...

EVERYBODY'S HURT

Lyric and chord Everybody's Hurt song by The corrs

Lagunya easy-listening banget. liriknya simple, syairnya ga terlalu banyak. tapi kalau lihat unplugged-nya The corrs bawain lagu ini, sukaaa banget..
Kelak kalau ada yang beneran niat ngajarin aku maen gitar (pastinya aku tokoh yang harus paling niat belajar dong), aku pengen mainin lagu ini...(boleh dong berangan-angan...)

EVERYBODY'S HURT by: THE CORRS

Intro: F A# x 2

F A#
When your day is long
F
And the night,
A#
The night is yours alone.
F A# F
When you think you've had enough of this life,
A#
Well, hang on.


Gm C
Don't let yourself go,
Gm C
Cause everybody cries
Gm C
And everybody hurts
F A#
Sometimes.


F A#
Sometimes everything is wrong.
F
Now it's time to sing along.


A# F
When your day is night, hold on,
(Hold on, hold on)
A#
If you feel like letting go,
F
(Hold on)
A# F
If you're sure you've had too much of this life,
A#
To hang on.


Gm C
Cause everybody hurts
Gm
Sometimes.
C
Take comfort in your friends.
Gm C
Everybody hurts...


A7 Dm
Don't blow your hand,
A7 Dm
Oh, no,
A7 Dm
Don't blow your hand.
D# A#
If you feel like you're alone,
D# C
No, no, no, you're not alone.


F A#
If you're on your own
F
In this life,
A#
And the days and nights are long,
F A#
If you're sure you've had too much
F
Of this life
A#
To hang on.


Gm C
Well, everybody hurts
Gm C
Sometimes, everybody cries
Gm
Sometimes,
C
Everybody hurts...
F A#
Sometimes.


F A#
Everybody hurts sometimes.


F A#
So, hold on, hold on,
F A#
Hold on, hold on,
F A#
Hold on, hold on,
F A#
Hold on, hold on,
F A#
'Cause no, you're not alone.


F A# ... F