Sabtu, 07 Mei 2011

Mereka Meneriakiku, “Koruptor!”

JUARA III LOMBA CERPEN TINGKAT NASIONAL dengan tema "BANGKIT HUKUM INDONESIA" tahun 2008.

bermula dari hobi nulis, akhirnya terlahirlah sebuah cerpen. niatnya sih iseng..mengisi waktu luang, trus ga pake biaya lagi, padahal hadiahnya cukup menggiurkan. Ga nyangka bakal dapat juara III, apalagi ini bertaraf Nasional padahal gaya bahasanya amatiran banget.. pastinya seneng banget, dapet 1 juta bow..untuk ukuran mahasiswa saat itu, berasa kaya ketiban rejeki dah..semoga aja tulisan ini bermanfaat buat semuanya.

SINOPSIS

Cerpen ini mengisahkan tentang kehidupan seorang PNS yang melakukan tindak pidana korupsi dengan mengambil sebagian dana bantuan Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk kebutuhan hidupnya karena terdesak. Cerpen ini ga nyebutin satu namapun dari tiap tokoh yang ada, karena cerpen ini lebih terfokus pada penyampaian perasaan seseorang sebagai tersangka kasus korupsi yang menyadari banyaknya tindak pidana korupsi lainnya disekitarnya sehingga merasakan ketidakadilan. Cerpen ini juga mengungkapkan cara pandang, perhatiaannya terhadap bangsa ini dan perenungan sang (PNS) koruptor tersebut yang pada akhirnya justru menyadari kesalahannya ketika ia mencoba mencari kesalahan orang lain yang versi sang (PNS) koruptor ini adalah seorang koruptor pula. Gol yang aku niatin dari cerpen ini mau nyadarin diriku sendiri dan para pembacanya akan hal-hal yang dianggap kecil tetapi sebenarnya telah merugikan dan akar dari tumbuhnya tindak pidana korupsi, makanya akhir dari cerpen inipun merupakan ungkapan harapan dan cita-cita sang PNS yang korup itu untuk mengubah jalan hidupnya, hidup keluarganya dengan harapan kelak menjadi awal perubahan perilaku bangsa ini. Cerpen inipun mengungkapkan hukuman yang diterima seorang koruptor baik itu hukuman yang dijatuhkan oleh hakim maupun hukum yang menyerang moral sang koruptor. tujuannya supaya setiap pembacanya dapat merasakan hal terburuk yang dirasakan sang koruptor meskipun ia pernah merasakan hal baik dari hasil korupsinya. Aku ngarepnya dengan bentuk penyajian kaya gini, pembaca menyadari bahwa korupsi itu sangat buruk, sebaik apapun hasil yang pernah diberikan dari korupsi. Cerpen ini banyak berbicara mengenai integritas, moral dan peran serta tanggung jawab seorang abdi Negara. Harapanku Cerpen ini membawa dampak yang positif bagi setiap orang yang ngebacanya. Berhubung ini tulisan amatiran, pastilah hasilnya jauh dari sempurna.. gimana, setelah baca sinopsinya kira-kira tertarik ga bacanya?? tulisan ini sekaligus warning juga sih buatku, supaya ga salah langkah. yang pengen baca critanya, monggo.. semoga menginspirasi para pembaca..Selamat membaca teman!


Mereka Meneriakiku, "KORUPTOR!"
by: Shanty Sofiarli Sagala.


Memang bukan alasan, tetapi masalah perekonomian keluarga telah membuatku salah langkah. Menjadi tulang punggung dua keluarga, keluargaku bersama anak dan istriku serta keluargaku bersama ayah dan ibuku menyudutkan posisiku..disatu sisi aku ingin bekerja dengan seluruh daya dan upayaku serta menjadi seseorang yang berintegritas, bermoral baik.

Tapi disisi lain, anakku harus sekolah, dapurku harus berasap, dan ayah ibuku tidak lagi mampu bekerja..Bagaimana aku sanggup membiayai perawatan ayahku yang sudah beberapa tahun ini harus check-up rutin ke rumah sakit dan entah berapa banyak telah keluar masuk rumah sakit untuk rawat inap. Akupun mulai memasukkan sebagian dana bantuan Biaya Operasional Sekolah (BOS) ke rekening pribadiku. Aku memang bejat! Tapi gajiku sebagai PNS tidaklah cukup untuk semua tuntutan hidup yang menghimpitku. Aku sadar diri, aku hanya ingin hidup sederhana, makan selayaknya. Aku tidak mengeluh, kalau hanya tahu dan tempe yang bisa kuberikan untuk keluargaku, tapi tidak ada yang memihakku, pemerintahpun tidak! Kesanggupanku tetap harus diusik harga bahan makanan yang terus naik membumbung tinggi. Sekali aku bertanya, Tuhan… salahkah aku?


Tuhan memang tidak mengizinkan aku tersesat terlalu jauh…Akupun dibawa ke Kantor Polisi atas aduan seorang rekan kerjaku. Tanganku diborgol! Berat rasanya berjalan melewati orang-orang yang begitu aku sayangi dengan kondisi seperti ini. Aku dikawal polisi menuju sebuah mobil dengan sirene di atasnya. Anak istriku menangis, mata ibuku basah tanpa suara dan banyak mata memandang jijik padaku, mereka meneriakiku, “ koruptor!!”. Aku tahu, ayahku yang terbaring di kamarnya saat itupun tersayat hatinya. Kali ini aku berhenti bertanya dan bersujud, Tuhan..aku bersalah…ampunilah aku!

Pemeriksaan polisi sungguh membuatku tersudut. Aku merasa orang yang paling buruk di dunia. Ya..aku memang mengambil uang yang bukan hakku, aku mengambilnya berpuluh kali lipat dari gaji yang bisa kuterima sebagai PNS, ya..berpuluh kali lipat dari gajiku. Tekanan dihatiku tak tertahankan, aku meratap, “berapa banyakkah uang yang kudapat dari ‘berpuluh kali lipat dari gajiku’ sebagai PNS, gaji seorang Kepala Sekolah Negeri?”

Lagi-lagi aku menghakimi moralku, aku memang bejat! Aku telah merugikan bangsa ini, Negara dimana aku dilahirkan. Tetapi egoku berusaha membelaku dan mempertanyakan, seberapa besar bangsa ini telah menghargai setiap usaha dan perjuangan kaumku, mendidik setiap orang yang disebut generasi penerus bangsa? Benarkah kami pencetak generasi penerus bangsa ini yang kelak akan memimpin bangsa ini? Sebesar itukah peranan kami untuk bangsa ini? Tapi mengapa aku merasa aku dan kaumku tidak menjadi bagian dari statistik masyarakat sejahtera bangsa ini? Jika sebesar itu peranan kami, mengapa nasib kami seolah-olah terlupakan dari fokus pemerintah disetiap penyusunan Rencana Anggaran dan Belanja Negara? Aku lelah bertanya, kutarik nafasku sedalam-dalamnya. Di dalam benakku aku memohon, Tuhan…kuatkan aku!

Ternyata untuk memeriksaku butuh waktu yang sangat panjang. Akupun ditahan di sebuah Rumah Tahanan, bergabung dengan banyak orang yang mungkin sedang menunggu nasib dari ketukan palu pak hakim. Ditahan ditempat seperti ini sungguh menyiksa batinku, teringat akan anak istriku dan kedua orang tuaku, siapa yang akan memenuhi kebutuhan hidup mereka? Tuhanku, jikapun Engkau marah karena kejahatanku, akankah Engkau tetap menjaga keluargaku? Aku hanya mampu berserah di hadapanMu…sujudku dihadapanNya.

Ditahan berhari-hari telah membuatku banyak merenungi perjalanan hidupku. Terkadang aku mulai mengutuki diriku yang telah salah langkah, namun terkadang pula aku mencari pembenaran diri dengan melihat kehidupan nyata di sekitarku. Ingin rasanya aku mencibir setiap kali aku melihat sipir yang biasa menghinaku dengan meneriakiku koruptor, ternyata begitu seringnya menerima sejumlah uang dari beberapa tahanan yang cukup ternama agar difasilitasi. Tidak heran kalau kamar yang dihuni tahanan tersebut sangat jauh berbeda dengan tahanan lain. Kamar itu hanya untuk dirinya seorang, dilengkapi beberapa barang-barang elektronik, TV, Kulkas, AC dan lainnya. Seumur hidup aku tidak pernah menyangka, di tempat seburuk ini, masih ada kamar mewah yang disediakan untuk tahanan, “Ah, sipir itu tidak pantas meneriakiku, koruptor!”, pikirku. Tadinya aku hendak meneriakinya kembali, menyadarkannya betapa rendahnya moral yang dimilikinya. Tapi kuurungkan niatku, “mungkin kami punya nasib yang sama, terhimpit dengan masalah perekonomian” ujarku di dalam hati.

Istri dan anak-anakku cukup rajin menjengukku selama di tahan di Rutan ini. Aku benar-benar bersyukur dianugerahi keluarga ini, dan akupun terpuruk dalam penyesalanku. Aku telah membuat hidup mereka menderita, aku telah membuat anak-anakku malu. Apa yang dapat mereka banggakan dari ayah seorang koruptor?

Jam kunjungan telah berakhir, setiap penjenguk harus meninggalkan tempat kunjungan ini. Ya..terkecuali punya uang untuk disalamkan kepada sipenjaga, maka akan diberikan waktu ekstra untuk kunjungan, dan aku tidak punya uang itu. Lagi-lagi aku merasa muak…seolah-olah menjadi orang yang paling sial didunia. Kesialanku ialah aku tertangkap di tengah-tengah banyaknya kejahatan di dunia ini. Aku digiring kembali menuju kamarku.

Waktu istirahat telah tiba, aku boleh memasuki sebuah ruangan dengan beberapa fasilitas elektronik, TV misalnya. Aku dan beberapa tahanan lainnya mulai menyetel siaran televisi. Selama ditahan, aku tidak mengetahui perkembangan berita di negaraku ini, akupun menyetel siaran berita. Terlihat gedung DPR/MPR yang sedang dipenuhi para pejabat yang disebut-sebut sebagai wakil rakyat, orang-orang yang dipercayakan menerima, menyampaikan dan pada akhirnya menanggapi aspirasi rakyat. Tentu Negara tidak mengeluarkan sedikit uang untuk pertemuan itu, mereka pejabat, mana mungkin dibayar rendah. Tentulah ini pertemuan penting. Tapi apa yang kusaksikan? Tidak sedikit pejabat-pejabat yang berintelektual tinggi itu yang tertidur, ada pula yang fokus dengan koran yang sedang dibacanya bahkan ada yang sedang tertawa sambil menelepon. Mungkinkah aku menyampaikan kepedihan hidupku kepada wakil rakyat ini? Menurut versiku, mereka tidak beda denganku, mereka merugikan ‘keuangan Negara ataupun merugikan perekonomian Negara’. Aku mengetahui istilah itu dari seringnya polisi yang memeriksaku menyebutkan hal itu didepanku sambil menyebutkan pasal yang dikenai kepadaku dari Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Metodenya memang beda, tapi dampaknya sama. Aku mengambil uang yang bukan hakku, dan pejabat itu menikmati uang rakyat yang hanya layak mereka nikmati jika mereka benar-benar mengerjakan pekerjaan mereka, dan menurutku, tidur, membaca Koran, ngobrol ditelepon saat rapat yang membahas mengenai kepentingan rakyat bukanlah tindakan yang menyebabkan Negara harus menggaji mereka. Dengan perkataan lain, pejabat-pejabat itu hanya makan gaji buta. Apakah itu tidak merugikan keuangan Negara? Ah, berapa besar gaji yang mereka peroleh setiap bulannya? Berapa besar uang Negara yang telah mereka nikmati setiap bulannya? Tentunya sangat besar dan jauh dari jumlah gajiku sebagai Kepala Sekolah Negeri. Tetapi mereka hanya bersenang-senang, mereka tidak bekerja dengan benar, mereka hanya makan gaji buta! Mengapa tidak ada yang meneriaki mereka koruptor!? Apakah kata-kata di Pasal per Pasal Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi itu ditujukan hanya untukku? Sudahlah….aku muak! Aku ingin tidur.

Pagipun menjelang. Pagi ini cukup cerah, aku berharap pemeriksaanku dilanjutkan dengan cepat. Dadaku terasa sesak setiap kali menghitung jumlah hari aku berada di tahanan ini, itu sama saja dengan aku menghitung jumlah hari aku tidak menafkahi keluargaku. Aku meminjam Koran dari sipir yang sedang menikmati kopi paginya. Aku hampir terbahak-bahak melihat berita pagi ini. Seorang mantan pejabat yang diduga kuat terkait kasus korupsi, terpilih sebagai pejabat baru di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Sementara palu hakim belum diketuk untuk menentukan apakah aku maupun pejabat itu bersalah, aku mendekam ditahanan tanpa mampu melakukan apapun untuk menafkahi keluargaku, di lain pihak si mantan pejabat justru sedang merayakan terpilihnya dia sebagai pejabat baru di PSSI, ironis sekali…. Dan tentu saja, seorang pejabat baru PSSI tidak akan diteriaki, koruptor!


Kehadiran ibuku di ruang kunjungan Rutan ini sungguh menyayat hatiku. Aku mengerti betapa pedihnya hatinya melihat anaknya ditahan sebagai pelaku tindak pidana korupsi. Aku menanyakan kabar ayahku padanya, dan seperti biasanya, kesehatannya tidak mengalami perkembangan. Ayahku masih tetap terbaring di tempat tidurnya, tidak mampu melakukan aktivitas apapun setelah stroke kedua yang dialaminya beberapa tahun lalu. Aku benar-benar ingin menolong ayahku, aku ingin dia sembuh.

Aku jadi teringat terakhir kali aku membawanya ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, ayah dibawa ke ruang UGD, sementara itu dokter sedikitpun belum memeriksa bahkan menyentuh ayah, aku dipanggil untuk mengurus administrasinya. Aku menyebutkan kalau aku pengguna Asuransi Kesehatan karena aku adalah PNS. Setelah itu, aku diminta untuk mengisi data dan sang dokter tidak kunjung datang memeriksa. Lama setelah itu, ada seorang lagi datang ke UGD, dan kemudian menunggu sang dokter. Tidak lama setelah itu, sang dokter muncul dan menangani pasien baru tersebut. Alangkah kecewanya aku yang menunggu sedari tadi, tetapi dokter mengacuhkan dan memilih pasien baru. Apakah dikarenakan aku pengguna ASKES? Tidak hanya itu, ternyata tidak semua fasilitas rumah sakit diberikan cuma-cuma dengan ASKES tersebut, sehingga aku harus mengumpulkan banyak uang untuk membayar sebagian biaya yang dikenakan padaku. Seminim itukah dana bantuan kesehatan yang diberikan pemerintah? Ataukah telah disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu yang bernasib lebih baik dariku, tidak diteriaki, koruptor!?

Ketika anak sulungku menderita demam berdarah saat wabah demam berdarah sedang mewabah di berbagai daerah, pemerintah menjanjikan biaya pengobatan gratis untuk penderita demam berdarah. Nyatanya akupun masih tetap harus membayar. Apakah pemerintah hanya membual, atau lagi-lagi dananya disalahgunakan?
Kalau diberi kesempatan mengungkapkan seluruh pertanyaanku, masih banyak yang ingin kusampaikan. Mengapa mengurus Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk masih harus dikenai biaya? Bukankah pemerintah telah menjanjikannya cuma-cuma? Aku jadi teringat kepada pegawai-pegawai Kantor Kepala Desa di daerahku yang turut meneriakiku, koruptor! Berapa banyak uang yang telah mereka peroleh dari setiap orang yang mengurus Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, dan surat-surat lainnya? Apakah uang itu hanyalah bentuk tanda terimakasih?

Kembali aku teringat dengan daerah dimana aku bertempat tinggal. Aku memang seorang pemerhati, aku memperhatikan perusahaan-perusahaan besar yang terlalu sering diprotes masyarakat setempat akibat limbah yang merusak lingkungan. Tapi entah mengapa, itu hanya berakhir sebagai sebuah demonstrasi saja, dan semuanya berakhir, perusahaan tetap berjalan dengan baik-baik saja dengan kesalahan yang sama. Di sisi lain aku juga melihat kehidupan kepala daerahku yang sangat makmur, dia bukan pengusaha sukses, tetapi entah telah beberapa kali seluruh keluarganya bergonta-ganti mobil. Aku kembali mengingat di hari pernikahan putri sang kepala daerah, desas desus menyebutkan kepala perusahan perusak lingkungan itu memberikan hadiah yang sangat fantastis, sebuah mobil sepertinya. Apakah ini juga masih tergolong tanda ucapan selamat, ataukah ini dapat disamakan dengan gratifikasi yang diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi? Ataukah tanpa sepengetahuanku, sang kepala daerahpun pernah diteriaki, koruptor!!? Sama sepertiku….?

Ah, mengapa aku menjadi seorang yang menghakimi orang lain dengan pandangan-pandanganku? Apakah hukum di Negeri ini bagiku tidak begitu pintar untuk mengungkap semua kejahatan yang ada? Jikapun demikian, apakah aku seolah-olah lupa di atas segalanya ada Hukum yang kekal, Hukum Tuhan. Dari sejak kecil orangtuaku selalu berkata, Hukum Tuhan adalah benar dan adil. Benarkah aku telah lupa?

Seminggu menjelang persidanganku, seorang mantan presiden negeri ini meninggal dunia. Hukum mengatakan bahwa ia terlibat kasus korupsi yang cukup besar yang desas desusnya dilakukan semasa pemimpinannya terdahulu. Aku tidak tahu, apakah semasa hidupnyapun pernah diteriaki, koruptor!? Apakah dia memiliki nasib yang sama denganku? Tentunya tidak! Terbukti dia tidak ditahan seperti yang aku rasakan saat ini. Tapi ia sakit, hukum tidak dapat menjangkaunya! Apakah sebaiknya akupun sakit? Tak kusangka, ketika ia meninggal, banyak orang berduka, padahal ia koruptor! Aku teringat beberapa tahun lalu, ketika terdapat desas-desus untuk menutup kasus korupsi mantan presiden tersebut dengan alasan dia telah banyak berjasa untuk bangsa ini, aku tersenyum kecut. Benarkah jasa seseorang dapat menutupi kejahatan yang telah dilakukannya? Jika seorang mantan pemimpin Negara dapat diampuni kejahatannya atas jasanya kepada bangsa, terlebih lagi aku, seorang kepala sekolah negeri, yang adalah guru, pencetak penerus bangsa ini, pencetak pemimpin bangsa ini, tentulah memiliki jasa yang sangat besar pula. Tanpa aku adakah pemimpin-pemimpin bangsa yang berjasa itu muncul? Akankah akupun beroleh pengampunan dengan menutup kejahatan, kekhilafanku yang paling bodoh seumur hidupku ini? Dan ketika akupun lelah, aku sakit, akankah banyak orang mendoakan kesembuhanku? Dan jika nasibku berakhir seperti si mantan pemimpin Negara itu, meninggal dengan kasus yang belum terselesaikan itu, akankah orang-orangpun akan berduka dan berhenti meneriakiku, koruptor!!? Ah..sudahlah, aku lelah!

Hari ini putusan sidangku dibacakan. Aku dijatuhi pidana lima tahun penjara serta diwajibkan membayar denda dengan jumlah yang sangat besar. Dadaku sesak, mataku basah, tapi hatiku masih bersyukur dihadapanNya, aku tahu Dia mengampuniku. Meskipun banyak pertanyaan yang kusimpan dihatiku mengenai fakta-fakta yang tidak dijangkau, tidak terjangkau ataupun tidak ingin dijangkau oleh hukum, namun untuk kehidupan pribadiku, integritasku, aku mengakui kesalahanku. Aku mengakui kedangkalan berfikirku yang tega mengambil hak orang lain untuk keperluan kehidupan pribadiku meskipun aku terdesak.

Pagi ini adalah Pagi yang ketiga puluh setelah aku dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman. Anak-anakku mengunjungiku dan membawakanku makanan, masakan istriku. Akupun melepas rinduku kepada mereka. Dengan semangat mereka menceritakan aktivitas sekolah mereka yang sepertinya menyenangkan, tapi aku tahu ada bagian yang tidak diceritakan. Bukan karena terlupa, tetapi menjaga perasaanku agar tidak semakin tersayat.

Ketika mereka menanyakan kabarku, aku tak ingin menutupi apapun. Kukatakan aku menderita, sungguh amat menderita. Aku merasa sangat tersiksa. Sangat berat berada dipenjara, dan ini akan kualami selama lima tahun dan harta bendakupun telah habis untuk membayar denda. Aku menunjukkan penderitaanku di depan anak-anakku, dan kutunjukkan pula penyesalanku dihadapan mereka. Aku ingin mereka belajar dari kisah hidupku, belajar dari kesalahanku agar kelak mereka tidak jatuh di lubang yang sama.

Di tengah pembicaraan kami, aku mengungkapkan kekecawaanku atas fakta-fakta yang terjadi yang menurutku tidak adil, tetapi aku tidak lupa untuk menasehati mereka agar tidak menirunya, tetapi memberantasnya dan menegakkan keadilan. Aku tunjukkan kemarahanku atas kekecewaanku, tetapi aku juga mengatakan aku adalah bagian dari orang-orang jahat itu. Aku berharap kelak mereka dapat melihat tidak hanya yang baik, tetapi mereka mampu melihat yang benar.

Ketika kami mulai bercerita mengenai keluarga, mengenai kakek mereka yang tidak kunjung sembuh, biaya pengobatan yang tinggi, ibu yang sedang berjuang menyekolahkan mereka dan kebutuhan hidup lainnya, mataku basah kembali. Akupun berkata, “Dulu ketika ayah korupsi, ayah memang menjadi mampu menutupi sedikit dari kebutuhan hidup kita. Tetapi sekarang, ketika kebenaran ditegakkan, jangankan sedikit, bahkan ayah tidak mampu berbuat apa-apa untuk hidup keluarga kita.” Aku ingin menunjukkan pada mereka betapa ruginya berbuat kejahatan. Tidak ada yang baik dari sebuah kejahatan.

Waktu berkunjung hampir habis, anak-anakku bertanya apa harapanku atas mereka. Akupun menjawab, aku ingin kalian memiliki integritas hidup yang benar yang sempat kukhianati dulu. Ketika mereka bertanya, “jika kami dihadapkan pada himpitan hidup yang sama, apa yang harus kami lakukan?” akupun kembali menjawab, “berjuanglah lebih keras lagi dan berserahlah dihadapanNya.” Aku sempat melupakan hal kedua dari penyataanku itu, pengharapan! Aku pernah muak dengan para koruptor di Negara ini dan menghakimi mereka dengan cara pandangku, dan aku berharap kelak generasi selanjutnya tidak memandang muak terhadap aku dan keluargaku. Para koruptor memang memuakkan! Tapi aku tidak mampu memberantasnya dengan kedua tanganku, tetapi aku mampu mencegahnya dari kehidupan keluargaku dengan pendidikan ilmu pengetahuan, moral dan spiritual. Aku meyakini, perubahan bangsa ini hanya dapat dimulai dari perubahan seorang insan dan keluarganya, itu yang disebut pengharapan! Semoga bangsa ini mampu segera bangkit dari keterpurukannya terutama dari korupsi.

-THE END_


begitulah kisahnya.
sebagai penulis cerita, pastinya aku bener-bener berharap tidak akan jatuh diposisi tokoh utama cerpen ini. Tapi kuakui memang, beban hidup terkadang membuat kita mengambil langkah yang salah. semoga cerpen tadi menginspirasi kita..Ga ada manusia yang sempurna didunia ini, tapi kita juga harus belajar yakin sih kalau sebenarnya Tuhanpun ga ngasih beban melebihi kekuatan kita sendiri.. Mudah mengungkapkannya, Tapi sangat-sangat teramat sulit melaksanakannya..tetap berjuang ya teman-teman, ga ada yang mustahil di dunia ini.
SEMANGAT!!



-shanshan si pemikir-

Jumat, 06 Mei 2011

BENAR..Namaku SHANTY!

Terurai akhir tahun kemarin...
shanshan ketika mencoba ungkapkan hidupnya dalam untaian kata


BENAR! Namaku Shanty...
Aku perempuan biasa dengan sejuta harapan yang buatku sungguh luar biasa.

Benar! Namaku Shanty..
Tuhan tidak mendesign hatiku dari besi ataupun baja. Tapi Ingat! Hatikupun tidak didesign serapuh lapisan tipis permukaan es yang akan mencari bahkan hanya dengan satu sentuhan lembut sekalipun.

Benar! Namaku Shanty..
Aku tidak selalu memenangkan pertandinganku. Tapi aku berbangga..karna aku bukan Si pengecut, yang mundur sebelum bertanding, bahkan pula bukan si Pencurang yang jauh lebih hina dari si Pengecut.

Benar! Namaku Shanty..
Meskipun aku tak punya hati seluas lapangan sepak bola tempat club-club sepakbola kenamaan menunjukkan kelihaiannya menggiring bola dan mencetak gol, tapi aku berjuang setengah mati melatih hatiku yang hanya setapak ini perlahan-lahan bertambah luasnya dengan menerima kritikan yang membangun, melempar ke ujung bumi kritik yang menjatuhkan, berbesar hati menerima setiap resiko dari keputusan yang kuambil, dan tulus dan bangga dengan pujian atas keberhasilan yang pernah kucapai..

Benar! Namaku Shanty...
Mungkin saja aku berbuat baik dengan kesadaran, apa yang baik tak selamanya benar.. tapi itupun tetap kulakukan, karna tak bisa kupungkiri sesuatu yang benar belum tentu diterima sebagai hal yang baik... Sudah kukatakan hatiku tak terbuat dari Besi ataupun Baja bukan?

Benar! Namaku Shanty..
Hidupku tak selalu mudah. dan tak selamanya pula mampu kuhadapi dengan berdiri tegak. kadang jatuh dan tertunduk. Tapi aku tak akan Tergeletak! karna kumiliki PEGANGAN YANG KOKOH dari PENOLONGKU. meskipun suaraNYA terdengar sayup-sayup tertutupi suara egoku..tapi suara itu tak kan pernah berhenti MENOLONGKU ke arah yang seharusnya kujalani. dengan iman tak lebih besar dari biji sesawi ini, kembali kutegaskan: AKU TAKKAN TERGELETAK!

Benar! Namaku Shanty..
Apalah artiku, tanpa DIA YANG MULIA memberiku arti.



DOA TENTANG KAU DAN AKU..

Dikutip dengan pengubahan dari MANNA SORGAWI (edisi tidak diingat lagi)..
kupersembahkan kepada para wanita, para tiang doa keluarganya..


PRAYER...
Bapa, aku berdoa untuk dia yang jika Tuhan berkehendak
akan menjadi bagian dari hidupku di sepanjang masa hidupku
Ya Allah,
bentuklah dia menjadi seorang pasangan yang sungguh mencintaiMu
lebih daripada segala sesuatu, bahkan lebih daripada diriku,
seorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri,
tetapi untukMu dan sesama.
Biarlah dia mengetahui bagi siapa dan untuk apa dia hidup, sehingga hidupnya terarah.

Bapa, aku merindukan dia sebagai pasangan yang mencintaiku,
bukan karena fisik, tetapi karena hati dan pribadiku.
Bentuklah dia menjadi pasangan yang berhati bijak,
bukan hanya sekedar cerdas secara intelektual

Bapa, aku sungguh menginginkan dia yang dapat menjadi
sahabat di setiap keadaan.
dia yang dapat membuat aku merasa sebagai
pribadi yang berharga ketika berada di dekatnya
Biarlah dia bersedia menghargai
serta menasehati ketika aku membutuhkannya.
Akupun bersedia mendukung dia di waktu-waktu yang tersulit
di dalam hidupnya.

Bapa, aku tidak meminta dia sebagai pasangan yang sempurna karena
aku rindu membuat hidupnya menjadi sempurna oleh kehadiranku di sisinya.
Aku mau menjadi rekan doa di sepanjang umur hidupnya,
merangkulnya untuk meneguhkan hatinya ketika ia ragu dan bimbang

Di atas segalanya, berilah aku hati yang sungguh mencintaiMu
sehingga aku dapat mengasihi dia dengan cintaMu yang sempurna,
bukan dengan cintaku yang lemah,
yang dapat terusik oleh egoku dan pudar oleh waktu

Berilah aku roh yang lemah lembut,
sehingga pribadiku dapat membawanya lebih dekat denganMu.


-shanshan-

Minggu, 01 Mei 2011

WHEN I SEE YOU SMILE...

Senin/2 Mei 2011, 10.45 Wib..
Ketika menempati ruang baru dikantor, ga ada kesibukan yang berarti..
tiba-tiba dengerin lagu Bad English, WHEN I SEE YOU SMILE..

Nice song...
emang bener lagunya..kehadiran seseorang yang "TEPAT" disisi kita akan menjadi penyemangat. Ga gampang menghadapi semua yang berhubungan dengan kehidupan. Tapi kehadiran "dia", ataupun keberadaannya, mungkin bukan solusi dari permasalahan yang kita hadapi, tapi adanya dia kan meyakinkan kita, bahwa semua akan baik-baik saja...

wanna share this song with you my Hasian..
RULY BAYU SITANGGANG ^_^

Sometimes I wonder If I'd ever make it through
Through this world without having in you
I just wouldn't have a clue
Cause sometimes it seems like this world's closing in on me
And there's no way of breaking free

and then I see you reach for me

Sometimes I wanna give up wanna give in
I wanna quit the fight

And then I see you baby
and everything's alright, everything's alright

When I see you smile I can face the world
Oh you know I can do anything
When I see you smile I see a ray of light
Oh I see it shining right through the rain

When I see you smile
Baby when I see you smile at me

Baby there's nothing in this world that could ever do
What the touch of your hand can doIt's like nothing that I ever knew

And when the rain is falling, I don't feel it
Cause you're here with me now
I wanna ask you baby
It's all I¹ll ever need, All I'll ever need

FROM THE BUTTOM OF MY HEART, wanna sing..
When I see you smile I can face the world
Oh you know I can do anything
When I see you smile I see a ray of light
Oh I see it shining right through the rain
When I see you smile Yeah I can face the world
Oh you know I can do anything now
When I see you smile Oh yeah
Baby when I see you smile
Smile at me



thank you hasian...
untuk tetap bersamaku ^_^

Jumat, 29 April 2011

Aek sijornih berujung Sibolga, Pada Suatu Masa...

Petualangan 7 sekawan!

Berawal dari keinginan membunuh waktu dimalam jelang pengujung minggu, Kamis tanggal 24 Maret 2011, sekitar pukul 8 dimalam hari...aku terima ajakan Mosezs nongkrong di tenda bandrek tempat kita biasa mangkal, bersama dengan Madon, pegawai baru yang baru aja mengarungi kehidupan di Mandailing Natal ini. Banyak tertawa, sedikit curhat dan berakhir pada pembicaraan keinginan ngajakin temen-temen pegawai baru jalan bareng... momentnya dirasa pas, besok Jumat..kita bisa pulang lebih awal dan Sabtu-Minggu hari libur buat kita, jadi Jumat bisa dihajar sampai waktu yang tak ditentukan (halahhh gaya..)

Akhirnya kita putuskan melakukan perjalanan ke Wisata Pemandian AEK SIJORNIH, Daerah Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan. Banyak kenangan dan foto-foto terlahir disini.

FLASH BACK...
(akhir tahun 2009)
Kisahnya berawal dari perjalanan pelipur lara pengganti keinginan menikmati pesta danau toba yang gagal dan berakhir di aek sijornih bersama rekan kerja satu bidang sekitar akhir tahun 2009 silam yang menjadi pengalaman pertamaku ke aek sijornih.

(Januari 2011)
Kemudian kembali lagi menjadi perjalanan pelipur lara setelah kegagalanku mengikuti pendidikan ke Jakarta akhir tahun 2010 silam..dan kali ini bersama senior dan teman-temanku yang kutau ingin menghibur hatiku, saat itu januari tahun 2011 kemarin..

Dan untuk ketiga kalinya (mungkin juga terakhir kalinya) perjalanan yang sebentar lagi kisahnya akan tertuang di blog ini..


Perjalanan kali ini, tidak hanya melibatkan teman-teman kerja wilayah Panyabungan, tetapi juga teman-teman dari Kotanopan. setelah nelfonin temen-temen satu persatu, disepakati yang akan berangkat adalah sang komandan bang Ricky Guswandri (biasa dipanggil Ricky) dari Kotanopan bersama 2 prajuritnya Horas Erwin Siregar (kita panggil horas) dan Rudy Setiawan, pendatang baru dinegeri Kotanopan.

Dari panyabungan kita berjumlah 4 orang, aku sebagai penggerak massa, Mosezs Sahat Reguna Manullang (panggil dia Ses), Ka Lidya Ruth Panjaitan( biasa disapa Lid) dan terakhir Ramadhan Harahap (Madon) yang juga pendatang baru di bumi Mandailing Natal tepatnya Panyabungan.

TEPAT SEKALI!....KITA ADALAH 7 SEKAWAN!

Kekurangan transportasi tidak menjadi masalah buat kita (walaupun di ending jadi masalah juga sih, hehehehe), karna perjalanan hanya menempuh jarak sekitar 45 menit jadi kita putuskan naik sepeda motor aja.. cukup 4 sepeda motor dengan saling berboncengan, dan sepeda motor Ka Nurhendayani salah satu senior kita menjadi solusi kurangnya alat transportasi..kasus selesai, horeee. dan pada hari Jumat 25 Maret 2011 menjadi hari yang bersejarah (jiahhhhh..lebay.com)bagi kita, karna perjalanan ini hanya pembuka untuk kisah selanjutnya..hehehehe. 7 SEKAWAN, brangggkatttt!

karna tujuan perjalanan kita hanya ke tempat Wisata Pemandian AEK SIJORNIH, jadi masing-masing kita yang memang kebetulan dalam kondisi bokek berat hanya bawa uang pas-pasan dan baju buat maen air nantinya disana..

A MOMENT AT HORAS'S HOME...
Seperti kejadian "DE JAVU" (terulang kembali), dalam perjalanan kali ini, lagi-lagi kita singgah di kediamannya salah satu anggota 7 sekawan, ke rumahnya Horas yang terletak tepat ditepi jalan raya utama di Sihepeng kecamatan Siabu, yahhh..sekitar 15 menit menjelang Pemandian Aek sijornih. Niatnya sih cuma nungguin Horas ganti baju seragamnya aja, apa daya keluarga horas yang pemurah lagi-lagi menyajikan makanan dan minuman buat kita, kalau januari lalu kita makan jambu air, kali ini kita makan mangga..wuidihhh nikmat! semoga keluarga tersebut rejekinya melimpah, aminnnn (doa sambil ngarep dapet sajian istimewa lagi, heheheehe..makasih namboru dan kakak2 yang baik hati).(bang..makannya pelan-pelan aja, kita ga minta kok,hehehehe..)

AEK SIJORNIH..WE'RE COMINGGG...
Dan perjalananpun dilanjutkan menuju AEK SIJORNIH..ga berapa lama kita tiba dengan kondisi perut udah kenyang.. WELCOME TO AEK SIJORNIH HOreeeee..Objek wisata ini lokasinya tidak tepat ditepi jalan raya, tapi ga jauh2 banget juga ke lokasi. pertama-tama, kita akan ketemu jembatan gantung...dan moment narsispun dimulai. Ribakkkkk...


PERJALANAN MENUJU PEMANDIAN AEK SIJORNIH..

SILATURAHMI SODAREEE..
wuiiidddihhh aer dimana-mana, jernih bener..pantes namanya AEK SIJORNIH (bahasa batak yang artinya Air yang jernih). loh..loh, bukannya langsung ke aer, malah ngunjungin "sodara kembar" nih..cekidot


MAIN AIR YUKKSS..
saatnya beramah-tamah dengan air, katanya nih ya..ada banyak orang yang aura ganteng/cantiknya keluar saat bermain air.. apakah mitos tersebut berlaku bagi 7 sekawan?? just cekidot!

Pak Komandan Ricky with the water

Mr. SES with the water..

Ms. Lidya with the water


Ms. Shanshan with the water

Mr. Oraz with the water

Mr. Rudy with the water

Mr. Madon with the water

Nah, setelah meneliti foto-foto tersebut diatas, apa kesimpulannya?? benarkah mitos tersebut berlaku bagi 7 sekawan???

what?? belum juga bisa nentuin? baiklah..kita sajikan lagi beberapa foto yang temanya "DIBUANG SAYANG", wkwkwkwkw..fotografer kerajinan ambil foto, tapi karna hasilnya bagus-bagus, kita kasih penghargaan deh dengan menanyangkannya di blog ini..xixixixixixi..



BAH..BAH..SALING MENANTANG ini..MANTAP!


MADON with the crazy style..wkwkwkwkw


ADEGAN INI LUCU JUGA...jago acting semuanya.


Lelah sudah beraksi diderasnya air, perut yang kenyang kembali lapar minta diisi. sesuai dengan budget yang emang pas-pasan, kita akhirnya makan mie instan rebus dipondok tempat kita nitipin barang. Di lokasi pemandian ini pondokan tempat barang-barang gratisss...tapi kitanya harus beli-beli diwarung pemilik pondokan.
KALIAN MIRIPPP...(apa perasaan aku aja ya?)


INFO YANG BISA KU SHARE:
1. Wisata pemandian AEK SIJORNIH berada di Daerah Sayur Matinggi, udah termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan. Masuk ke Objek wisata ini tidak dikenakan biaya/retribusi. hanya saja uang parkirnya yang dimahalin, untuk sepeda motor Rp 5.000, ntar dapet air mineral kemasan gelas.
2. Pondokan tidak dikenai biaya, tapi ntar beli makan aja sama sipemilik pondokan.
3. terdapat ruang ganti baju, dikenai biaya Rp 1.000,-/orang. ga ada pintunya, hanya sehelai tirai..ati2..kalo angin berhembus, tirai bisa kebuka (belajar dari pengalaman Mosezs yang dapet "bonus" akibat tirai tertiup angin...wkwwkwkwk)
4. untuk daerah pemandian paling puncak dikenai biaya Rp 1.000,-/orang..
5. Harga makanan disini lumayan terjangkau. kalau pengen makan nasi, ga usah repot2 bawa bekal, kalo bawa duit cukup..makan ikan bakar aja, disini tersedia kok. ntar kita beli yang hidup (hanya ikan mas) trus mereka masakin.

PERJALANAN NEKAD!
Selesai makan, kita memutuskan melanjutkan perjalanan ke kota padangsidempuan yang udah deket karna waktu juga masih banyak buat jalan-jalan. tadinya niat makan ke KFC (KFC terdekat dari kota Panyabungan ya padangsidempuan...jadi kalo mau makan KFC, harus tempuh 2 jam perjalanan dulu, wkwkwkwk). ehhhh..udah nyampe kota malah ga niat makan KFC, jadilah DISKUSI dadakan dipinggir jalan..bicarain tujuan berikutnya.

si komandan nantangin, Bang RICKY: YOK KE PRAPAT..semua ketawa, ehhh sikomandan nge-jual malah dibeli sama horas tantangannya..HORAS: yaelah, kejauhan keprapat, kalo punya darah..ayo ke sibolga. dan, hal mendadak itupun terjadilah..SIBOLGAAAA WE'RE COMING.... tapi ga semulus dugaan kita. tetep ada tantangannhya, BAN BOCOR

Aduuuhhhh dinginnn Brrrrr...perjalanan malem naek sepeda motor setelah maen aer seharian, ga banget dah. tapi ada kejadian lucu nih, sayang ga diceritain.

KEBETULAN SIH..TAPI PASSS!
(KISAH NYATA TENTANG KAOS KAKI)
ceritanya nih Rudy sang juniornya kotanopan adalah tokoh yang mempersiapkan kebutuhan baju para seniornya, anehnya..kaos kaki-kaos kaki milik Horas semuanya dibawa ntah berapa pasang.. tadinya kita ketawain dia di AEK SIJORNIH pas ketemu kaos kaki. tapi...perjalanan dadakan ini membuat kita berhenti sejenak di pombensin buat ke kamar mandi yang mau buang air. eeehh..teringat kaos kaki, kita yang pada kedinginan malah minta kaos kaki punya horas buat dipake beramai-ramai..wkwkwwkkwwk lucuuuu.. unforgotable moment dahhh.. untung aku punya koleksi foto para pejuang kaos kaki ^_^


PERBATASAN TAPTENG..dan sebuah kisahnya.
setelah menempuh waktu sekitar 3 jam, akhirnya tiba dikota sibolga..ada juga sih kisah lucu diperbatasan tapsel-tapteng ini..tapi bukan untuk komsumsi publik. intinya, sebenarnya aku juga ga tau kisah tolol ini..kepindahanku ke kota lain akhirnya membuatku dibolehkan mengetahui kisah tolol itu..wkwkwkwkwkwkwkwk. kepada 6 SEKAWAN kukatakan.. ITU INTERMEZZO..kalau ada yang dirugikan saya mohon maaf, kalau ada yang merasa diuntungkan ga usah bilang trimakasih, cukup dilupakan saja, wkwkwkwwk, kalo ga diambil pusinggg..nah, itu lebih bagus ^_^ wkwwkwkwkw.

SABTU 26 MARET 2011, dini hari..
tanpa tujuan mau nginep dimana, 7 sekawan menginjakkan kaki di kota sibolga. Thk God..Ka lid punya kenalan di kota sibolga ini, temen satu sekolah waktu SMP kalo ga salah. namanya Bang Ronal (silahkan cek di facebook with username: RONAL ART). orangnya baikkkkkk banget.. kita dipinjemin rumahnya buat tidur, trus diapun ikutan nemenin kita tidur rame-rame (antara pengorbanan atau sekaligus mata-matain siapa tau kita bertindak anonoh...wkwkwkwk piss bang ronal). bagi yang penasaran, ini nih..kita pampangin foto sang pria baik..tapi jangan kelamaan natapnya, bulan MEI sang pria baik nikahan loh..congratz bro, semoga langgeng.

CAPEEEE bener dahhh..tapi jangan salah. gitu dapet tumpangan tidur, kita bukannya langsung tidurloh. malah maen domino dulu. ternyata...sebagai wanita aku hebat juga. mampu mengalahkan para pria bermain domino. asik juga liat mereka pada jongkok, terutama bang RONAL yang dari awal ga duduk2..wkwkwkwk. sekitar pukul 2.30 dini hari, akhirnya kita terlelap..akupun tidur dengan begiiiituuuu nyenyaknya. kepada kalian yang berada disebelah kiri dan kanan saya, maaf..saya 'lasak' (bahasa medan: banyak gerak) saat tidur ^_^
DUHHHH...lucunyaaaa, kalian ngangeninnn dehhh ^_^

SLAMAT PAGI DUNIAAAAAA
KUKURUYUUUKkk.. matahari akhirnya tinggalkan peraduannya dan tunjukkan cahayanya (lebay.com). Perut udah keroncongan, pengen cepet2 sarapan..tapi sayang hujanpun turun dengan derasnya. jadi kita nyantai dulu..


kita lanjutkan dengan sarapan pagi, horeeeee akhirnya makan juga setelah kelaperan pas bangun pagi.

perut sudah kenyang..lanjut ke PANTAI SIBOLGAA..ga pake mandi, wong mau maen ke pantai kok mandi. hajar trus.. tapi?? kan bajunya cuma bawa buat basah-basah di aek sijornih. trus gimana? hmm...maafkan kami badan, karna baju buah basah-basahan nanti yang dipakai yang kemaren di aek sijornih..ASLI DAHHHH..aseeemmmm. mana baju buat pulang ntar juga yang dipake seharian kemaren dari panyabungan, trus dipake tidur..wkwkwkwk ASEEEEMMMM..


MANDI dipantai...
beneran mandi loh, bangun pagi tadi kepantai tanpa mandi. jadi emang passs bangetttt. jadinya nyampurlah rasanya, badannya ASEEEMM, airnya ASIINNN..suasananya MANISSSS...nano-nanooooo (iklan.com)
udahhhhh ga usah pake malu-malu, langsung nyebur aja deh..


MENGGILA DIPANTAI...
beberapa kegilaan kita tertangkap kamera terkait dengan kita yang norak pengen foto di boatnya tim SAR lengkap dengan alat dayung dan pelampung mereka..hahahhaah...


MELOMPAT..
ini gaya gila yang lagi trend dikalangan anak muda. kita trendsetternya..hadeeeuhhh masa masih gila juga sih shannnn...sayangnya setelah berkali-kali take, masih ga dapet moment melompatnya, wkwkwkwkwkwkw..

PROJECT MANUSIA PASIR....
ini bagian terlucu n seru juga. soalnya objek yang bakal dijadiin manusia pasir segede gaban (pisss mosezsku sayagn..wkwkwkwk). cape juga menggali pasir pantai buat nimbun moses, wkwkwk.. tapi berkat kerjasama tim yang solid, project manusia pasipun suksessss..

Inilah hasil kerja keras itu.. (MOSEZS SAHAT REGUNA MANULLANG dalam wujud yang seharusnya)

PETUALANGANPUN BERAKHIR SUDAH....
setelah berasin-asin ria, kita manfaatin ruang mandi yang tersedia di depan pantai. mantep banget pihak pengelola hotel ini (hotel bumi asih sibolga), pantai ini tidak tertutup umum, dan ruang mandinya juga bebas digunakan siapa aja..KAMI PARA BACKPACKER PAS-PASAN ngacungin jempollll dahhhh LIKE THIS.
luar biasa weekend kali ini. cape pastinya..tapi senang juga. meskipun kantong bolong, tapi perjalanan ini patut diacungin jempollah. akan sangat sulit dilupakan. akhirnya, siang menjelang sore kita balik ke kota Panyabungan menempuh perjalanan selama 5 jam. ga sanggup ditempuh nonstop, jadi kita berhenti dipinggir jalan juga

INFO YANG BISA AKU SHARE:
1.Perjalanan yang ditempuh dari padangsidempuan-sibolga adalah sekitar 3jam. kondisi jalan kurang baik. untuk perjalanan malam, disarankan mengenakan jaket, karna berhawa dingin, kondisi kendaraan juga harus oke, terutama pencahayaan kendaraan, mengingat jalanan cukup gelap dan banyak terdapat bagian jalan yang rusak.
2.banyak terdapat penginapan atau hotel diwilayah pandan. tapi berhubung kami bokek berat, kami ngupayain gratisan..kalo ketersediaan hotel, lengkap kok disibolga (daerah pandan).
3.dihotel pandan carita,bagian depannya menjual sovenir khas sibolga (khas pantai), harganya cukup terjangkau asal kitanya pinter nawar.
4.biaya hidup di sibolga ga mahal kok, asal mau makan nasi bungkus/nasi rames nasi padang. kmaren kita makan di RM khas mandailing, hadeeeuhhh harganya..ujebuneeeee..
5.memilih patner melakukan perjalanan harus sesuai dengan kondisi. kalau temanya perjalanan murah meriah..carilah temen yang ga manja, ga banyak maunya, bisa diajak susah, dan pastinya mau berbagi n ga terlalu hitung2an.. selamat berpetualang.


Kisah "AEK SIJORNIH BERUJUNG SIBOLGA, PADA SUATU MASA..." sebenernya udah lama pengen ditulis diblog ini, tapi sepertinya moment itu datang ketika aku udah ga berada di Mandailing Natal lagi.
Hadirnya tulisan ini menandakan aku masih mengingat kalian. Jarak mungkin ada..tapi PERTEMANAN TETAPLAH PERTEMANAN. betulll????

THANKS FOR BEING MY FRIENDS.
with smile
-SHANSHAN-